Marsekal Muda Henri Alfiandi mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik menjadi Kepala Badan SAR Nasional oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.
Marsekal Muda Henri Alfiandi mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik menjadi Kepala Badan SAR Nasional oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.
Henri Alfiandi menggantikan Kabasarnas sebelumnya Marsekal Madya Bagus Puruhito yang memasuki masa purnatugas.
Henri Alfiandi menggantikan Kabasarnas sebelumnya Marsekal Madya Bagus Puruhito yang memasuki masa purnatugas.
Menhub dalam sambutannya berpesan kepada Kabasarnas yang baru agar melaksanakan tanggung jawab dan amanah yang dipercayakan. Ia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bagus Puruhito yang telah mengabdi dengan dedikasi selama menjabat.
Menhub dalam sambutannya berpesan kepada Kabasarnas yang baru agar melaksanakan tanggung jawab dan amanah yang dipercayakan. Ia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bagus Puruhito yang telah mengabdi dengan dedikasi selama menjabat.

Marsda Henri Alfiandi Dilantik Jadi Kabasarnas

News Kementerian Perhubungan basarnas
04 Februari 2021 13:14
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melantik Kepala Badan SAR Nasional yang baru Marsekal Muda Henri Alfiandi  di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. 

Henri Alfiandi menggantikan Kabasarnas sebelumnya Marsekal Madya Bagus Puruhito yang memasuki masa purnatugas.

Menhub dalam sambutannya berpesan kepada Kabasarnas yang baru agar melaksanakan tanggung jawab dan amanah yang dipercayakan.

"Ini merupakan satu hari yang baik melakukan serah terima jabatan yang mulia kepada Kepala Basarnas yang kita banggakan. Ini merupakan dinamika pimpinan lembaga yang biasa terjadi dalam satu instansi berkaitan dengan pembinaan masa karier yang tidak terhindari. Kabasarnas Henri Alfiandi menggantikan Bagus Puruhito yang memasuki masa purnatugas. Kami mengucapkan selamat dan bangga semoga amanah dan tanggung jawab yang diamanatkan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Budi.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bagus Puruhito yang telah mengabdi dengan dedikasi selama menjabat.

"Secara formal, saudara memang sudah purnatugas namun secara moral kami berharap saudara memberikan kontribusi positif untuk bangsa dan negara. Pengalaman dan kemampuan saudara merupakan ilmu bagi generasi muda dan generasi penerus," ujarnya.

Salah satu amanat Undang-Undang 1945, yakni kewajiban negara dalam melindungi seluruh tumpah darah bangsa Indonesia dan dalam UU 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan diamanatkan bahwa Basarnas sebagai sektor yang memimpin (leading sector) tugas tersebut.

"Tidak mudah melaksanakan kedaruratan bencana yang 'unpredictable' selama 24 jam harus respons cepat," katanya.

Menhub menyebutkan salah satu kejadian luar biasa adalah pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang juga berbarengan dengan bencana di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti tanah longsor di Jawa Barat, banjir di Kalimantan Selatan, dan gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

"Pada momentum itu kita melihat bagaimana personel Basarnas dapat melaksanakan komunikasi dan intensif dengan 'stakeholders' (pemangku kepentingan). Sinergi dan solid dengan potensi SAR, personel tidak pernah mengharapkan pujian mereka menyadari sudah menjadi tugas utama dan tanggungjawab sebagai insan SAR," ujarnya. Dok.Kemenhub

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif