Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menahan 13 orang tersangka kasus korupsi penjualan aset tanah pemerintah seluas 30 hektare di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menahan 13 orang tersangka kasus korupsi penjualan aset tanah pemerintah seluas 30 hektare di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam kasus ini jaksa telah menetapkan total 16 tersangka, termasuk Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla (ACD). Namun hingga saat ini Agustinus masih bebas.
Dalam kasus ini jaksa telah menetapkan total 16 tersangka, termasuk Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla (ACD). Namun hingga saat ini Agustinus masih bebas.
Tersangka korupsi pengalihan aset tanah pemerintah di Labuan Bajo yang berasal dari Italia berkewarganegaraan Indonesia, Masiliano (kiri) tiba di halaman kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kota Kupang, NTT.
Tersangka korupsi pengalihan aset tanah pemerintah di Labuan Bajo yang berasal dari Italia berkewarganegaraan Indonesia, Masiliano (kiri) tiba di halaman kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kota Kupang, NTT.

Jadi Tersangka Korupsi Penjualan Tanah, Bupati Manggarai Barat Belum Ditahan

News kasus tanah kasus korupsi Labuan Bajo
14 Januari 2021 20:32
Kupang: Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Agustinus Ch Dula, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli tanah negara di Labuan Bajo yang merugikan negara sebesar Rp 3 triliun.

Penetapan status tersangka itu dilakukan oleh Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Kamis, 14 Januari 2021.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati NTT Abdul Hakim mengatakan selain Agustinus, pihaknya juga menetapkan 16 saksi lainnya sebagai tersangka.

Saat ini 13 dari 16 tersangka tersebut iterbangkan dari Labuan Bajo ke Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang, untuk penahanan.

Sedangkan Bupati Agustinus, hingga saat ini belum ditahan Jaksa.

Diketahui, Kejati NTT tengah menangani kasus penjualan tanah di Labuan Bajo milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektare yang diduga merugikan negara sekitar Rp 3 triliun.

Kasus yang berawal dari laporan masyarakat itu kini masih dalam tahap penyelidikan. Kejati NTT sudah memeriksa lebih dari 100 orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Kabid Aset, dan ahli waris Ketua Adat Ramang Ishaka. MI/Palce Amalo

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif