Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mochamad Ashari (kanan) bersama Ketua Tim peneliti Aulia MT Nasution melihat mesin pompa udara (ventilator) saat diuji coba di Gedung Pusat Robotika ITS, Surabaya, Selasa, 7 April 2020.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mochamad Ashari (kanan) bersama Ketua Tim peneliti Aulia MT Nasution melihat mesin pompa udara (ventilator) saat diuji coba di Gedung Pusat Robotika ITS, Surabaya, Selasa, 7 April 2020. "Robot ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan terbatasnya alat ventilator yang ada di Indonesia," ujar Mochamad Ashari.
ITS mengembangkan inovasi mesin pompa udara (Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator) untuk membantu tenaga medis dalam menangani perawatan pasien terinfeksi covid-19, sekaligus mengatasi kelangkaan ketersediaan ventilator yang dimiliki rumah sakit di Indonesia.
ITS mengembangkan inovasi mesin pompa udara (Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator) untuk membantu tenaga medis dalam menangani perawatan pasien terinfeksi covid-19, sekaligus mengatasi kelangkaan ketersediaan ventilator yang dimiliki rumah sakit di Indonesia.
Secara harga produk ventilator di pasaran saat ini bisa mencapai kisaran Rp800 juta per unit, namun buatan ITS ini diperkirakan harganya Rp20-an juta per unit.
Secara harga produk ventilator di pasaran saat ini bisa mencapai kisaran Rp800 juta per unit, namun buatan ITS ini diperkirakan harganya Rp20-an juta per unit.

ITS Buat Ventilator untuk Bantu Pasien Covid-19

News Virus Korona
07 April 2020 21:45
Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan Robot Ventilator untuk membantu tim medis dalam penanganan terhadap pasien covid-19.

"Robot ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan terbatasnya alat ventilator yang ada di Indonesia," ujar Mochamad Ashari.

Robot Ventilator ini juga merupakan kerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan RSUD dr Soetomo selaku mitra peneliti dan calon pengguna inovasi ini.

Ashari menerangkan, dalam pengembangan Robot Ventilator ini selalu didampingi oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Surabaya agar sesuai standar dibutuhkan, lalu segera diproduksi massal. "Alat ini tinggal melalui uji kelayakan dengan dioperasikan selama 2x24 jam," ucapnya.

Ventilator ini menggunakan basis desain open source dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat dengan sistem mekanik dan beberapa spesifikasi diadopsi dari MIT. Kemudian, sistem elektronik dan sistem monitoring dikembangkan sepenuhnya oleh Tim ITS.

"Ventilator ini dikembangkan bersandar pada ketersediaan komponen di pasaran, dengan pertimbangan kemudahan dalam proses fabrikasi nantinya untuk memenuhi jumlah kebutuhan ventilator yang besar," katanya.

Ventilator juga memiliki fitur pengaturan Respiration Rate, Inspiration/Expiration Ratio, Tidal Volume, PEEP (Positive End-Expiratory Pressure) dan PIP (Peak Inspiration Pressure)

Secara harga, lanjut dia, produk ventilator di pasaran saat ini bisa mencapai kisaran Rp800 juta per unit, namun buatan ITS ini diperkirakan harganya Rp20-an juta per unit. ANTARA FOTO/Moch Asim
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif