NEWSTICKER
 Terdakwa kasus suap proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo Andra Y Agussalam  memeluk istrinya usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.
Terdakwa kasus suap proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo Andra Y Agussalam memeluk istrinya usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.
Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.
Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.
Andra dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap sekitar Rp1,985 miliar dari Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara.
Andra dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap sekitar Rp1,985 miliar dari Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara.

Andra Agussalam Dituntut 5 Tahun Penjara

News Kasus Suap
18 Maret 2020 15:02
Jakarta: Mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II 2015-2019, Andra Yastrialsyah Agussalam, dituntut 5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 5 
bulan kurungan oleh jaksa KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

Andra dinilai terbukti menerima suap sekitar Rp1,985 miliar dari Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara.

"Menyatakan, terdakwa Andra Yastrialsyah Agussalam telah bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Andra Yastrialsyah Agussalam berupa pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Haerudin.

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan kedua dari pasal 12 huruf b UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Terdapat sejumlah hal yang memberatkan dalam perbuatan Andra. "Terdakwa sebagai Direktur Keuangan Angkasa Pura II yang merupakan salah satu BUMN telah mengabaikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good governance) dalam menjalankan perusahaannya dan menyalahgunakan kewenangan yang diberikan untuk melakukan kejahatan, terdakwa terbukti merupakan pelaku yang aktif dalam melakukan kejahatan, terdakwa berusaha menutupi kejahatan seolah-olah sebagai pembayaran utang piutang, terdakwa tidak mengakui dan tidak menyesali perbuatannya," tambah jaksa Haerudin.

Sedangkan hal yang meringankan, Andra belum pernah dihukum.  ANTARA FOTO/Galih Pradipta
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif