Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi Bupati Nonaktif Purbalingga Tasdi (tengah) berbincang bersama penasehat hukumnya usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah.
Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi Bupati Nonaktif Purbalingga Tasdi (tengah) berbincang bersama penasehat hukumnya usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah.
Jaksa penuntut umum dari KPK menuntut terdakwa dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan serta pencabutan hak politiknya selama lima tahun.
Jaksa penuntut umum dari KPK menuntut terdakwa dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan serta pencabutan hak politiknya selama lima tahun.
Dalam kasus suap, terdakwa secara meyakinkan menerima suap dari para pengusaha Librata Nababan sebesar Rp 115 juta dari yang dijanjikan Rp 500 juta. Selain itu, terdakwa juga menerima suap dari sejumlah pihak, baik dari pengusaha yang ingin mendapatkan proyek di Purbalingga, ataupun bawahan terdakwa di Pemkab Purbalingga.
Dalam kasus suap, terdakwa secara meyakinkan menerima suap dari para pengusaha Librata Nababan sebesar Rp 115 juta dari yang dijanjikan Rp 500 juta. Selain itu, terdakwa juga menerima suap dari sejumlah pihak, baik dari pengusaha yang ingin mendapatkan proyek di Purbalingga, ataupun bawahan terdakwa di Pemkab Purbalingga.

Bupati Nonaktif Purbalingga Dituntut 8 Tahun Penjara

News kasus suap
16 Januari 2019 15:01
Semarang: Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi dituntut 8 tahun penjara terkait kasus suap dan gratifikasi selama menjabat sebagai bupati, Rabu, 16 Januari 2019. Tasdi juga dibebani membayar denda Rp 300 juta atau setara dengan enam bulan kurungan. Antara Foto/R. Rekotomo
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif