Kapolda Kalbar Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto (kiri) menyaksikan petugas BNN Kalbar menguji narkoba hasil tangkapan saat rilis kasus dan pemusnahan di Mapolda Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 13 Juni 2020.
Kapolda Kalbar Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto (kiri) menyaksikan petugas BNN Kalbar menguji narkoba hasil tangkapan saat rilis kasus dan pemusnahan di Mapolda Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 13 Juni 2020.
Polda Kalbar memusnahkan barang bukti hasil ungkap kasus berupa dua kilogram sabu dan 50 butir ekstasi yang diselundupkan delapan tersangka dari Malaysia melalui jalur tikus atau jalan tidak resmi di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar.
Polda Kalbar memusnahkan barang bukti hasil ungkap kasus berupa dua kilogram sabu dan 50 butir ekstasi yang diselundupkan delapan tersangka dari Malaysia melalui jalur tikus atau jalan tidak resmi di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Polda Kalbar Musnahkan Dua Kilogram Sabu

News sabu
13 Juni 2020 16:45
Pontianak: Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu, 13 Juni 2020, memusnahkan barang bukti sabu sebanyak dua kilogram dan 50 butir ekstasi dengan mesin incinerator.

"Barang bukti dua kilogram sabu dan 50 butir ekstasi yang kami musnahkan ini disita dari delapan tersangka, terdiri atas tujuh laki-laki dan satu perempuan," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Yohanes Hernowo di Pontianak.

Ia menjelaskan, kasus pengungkapan transaksi barang haram itu mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau hingga di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

"Dengan digagalkannya transaksi barang haram itu, maka estimasinya sekitar 16 ribuan orang yang dapat diselamatkan dari pengaruh narkoba tersebut," ujarnya. "Kami imbau masyarakat agar proaktif melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat, apabila mencurigai ada aktivitas yang mencurigakan, salah satunya transaksi narkotika."

Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut setelah mendapat persetujuan dari pihak kejaksaan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Sebagian besar barang haram ini masuk ke Kalbar melalui jaringan internasional, yang masuk melalui jalan tikus (jalan tidak resmi) di perbatasan Indonesia-Malaysia," katanya. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif