Seorang guru SD Negeri Mojo, Pasar Kliwon, Solo Jateng, memberikan pelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa menggunakan radio handy talky (HT), Senin, 24 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Seorang guru SD Negeri Mojo, Pasar Kliwon, Solo Jateng, memberikan pelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa menggunakan radio handy talky (HT), Senin, 24 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Pihak sekolah memberikan fasilitas radio HT kepada siswa untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena sebagian siswa tidak memiliki perangkat ponsel atau laptop yang didukung jaringan internet. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Pihak sekolah memberikan fasilitas radio HT kepada siswa untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena sebagian siswa tidak memiliki perangkat ponsel atau laptop yang didukung jaringan internet. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
"PJJ menggunakan HT ini saya tempuh karena ada sejumlah siswa tidak memiliki sarana komunikasi smartphone. Siswa saya di kelas 6 ada 29 anak, yang tidak punya hape ada sebagian, sehingga saya harus berusaha dengan cara lain agar semua siswa bisa ikut belajar secara merata dan efektif, " ungkap guru kelas VI SDN Mojo, Sigid Pambudi. MI/Widjajadi

Sebagian Siswa tak Miliki Smartphone, Guru Mengajar dengan Handy Talky

News Virus Korona Pembelajaran Daring covid-19
25 Agustus 2020 09:01
Solo: Kreatifitas dan inovasi guru menentukan kelancaran pembelajaran siswa sekolah dasar (SD) di masa wabah covid-19 yang masih berlangsung ini.

Ketika sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online masih terdapat kendala, Sigid Pambudi, guru kelas VI SD Negeri Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, memiliki cara lain untuk mengatasi komunikasi pembelajaran, yaitu menggunakan pesawat handy talky (HT).

"PJJ menggunakan HT ini saya tempuh karena ada sejumlah siswa tidak memiliki sarana komunikasi smartphone. Siswa saya di kelas 6 ada 29 anak, yang tidak punya hape ada sebagian, sehingga saya harus berusaha dengan cara lain agar semua siswa bisa ikut belajar secara merata dan efektif, " ungkap Sigid Pambudi.

Dia sangat mengupayakan PJJ di luar online ini agar siswa kelas VI bisa mempersiapkan diri secara maksimal menjelang masuk ke jenjang SMP. "Ini proses balajar tingkat akhir untuk menuju jenjang ke SMP, sehingga anak-anak harus bisa mengikuti mata pelajaran secara baik dan intensif. Mungkin tidak maksimal, tapi belajar melalui HT memungkinkan komunikasi secara baik, ketimbang daring yang kadang putus nyambung, "imbuh dia.

Pada awal PJJ untuk KBM Tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai 13 Juli silam, proses komunikasi cukup terkendala. Namun dengan pelan-pelan, akhirnya siswa bisa menggunakan HT secara baik tanpa kendala.

Untuk kelancaraan PJJ dengan para siswa, Sigid Pambudi menggunakan frekuensi VHF yang  tidak harus mengatur tone dan lain-lain, karena transmit dan receiver sama dan menempati frekuensi kosong, yang memungkinkan suara tidak terganggu.

"Yang jelas, menggunakan teknologi HT ini lebih mudah. Anak-anak juga tidak perlu menyediakan HT tapi dipinjami oleh pihak sekolah yang melakukan pengadaan, dibantu para donasi. Jadi semua anak pegang pesawat HT dan proses PJJ model breaker ini akan berjalan selama satu semester. Ya mudah-mudahan wabah covid segera hilang dari Kota Solo hingga pembelajaran bisa dilanjutkan dengan tatap muka, " katanya lagi. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/MI/Widjajadi

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif