Presiden Joko Widodo memerintahkan 34 gubernur untuk segera merealisasikan anggaran belanja barang dan jasa, modal dan bantuan sosial (bansos) pada September 2020 untuk mencegah resesi.
Presiden Joko Widodo memerintahkan 34 gubernur untuk segera merealisasikan anggaran belanja barang dan jasa, modal dan bantuan sosial (bansos) pada September 2020 untuk mencegah resesi.
"Kita tahu kuartal pertama 2020 kita masih tumbuh 2,97 persen tapi di kuartal kedua kita sudah posisi minus 5,3 persen. Untuk itu kuartal ketiga ini kita masih punya 1 bulan dari Juli, Agustus, September untuk melakukan belanja," tambah Presiden.
Data per 27 Agustus 2020, menurut Jokowi, rata-rata nasional untuk belanja APBD tingkat provinsi masih 44 persen, sedangkan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8 persen.
Data per 27 Agustus 2020, menurut Jokowi, rata-rata nasional untuk belanja APBD tingkat provinsi masih 44 persen, sedangkan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8 persen.
"Hati-hati mengenai ini, angka ini saya kira bisa kita lihat, belanja barang dan jasa realisasinya berapa, belanja modal berapa, belanja bansos berapa, dilihat Aceh realisasi barang dan jasa berapa, Sumatera Utara baru berapa persen, Bengkulu juga dilihat baru berapa persen," ungkap Presiden.

Jokowi Perintahkan Gubernur Percepat Realisasikan Anggaran Belanja

News presiden jokowi
01 September 2020 14:55
Bogor: Presiden Joko Widodo memerintahkan 34 gubernur untuk segera merealisasikan anggaran belanja barang dan jasa, modal dan bantuan sosial (bansos) pada September 2020 untuk mencegah resesi.

"Kita masih punya kesempatan September ini, kalau kita masih dalam posisi minus artinya kita masuk ke resesi, karena itu percepat belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja bansos betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, 1 September 2020.

Presiden menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema 'Pengarahan Presiden Kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional' melalui 'video conference'. Hadir langsung di Istana Kepresidenan Bogor Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Kita tahu kuartal pertama 2020 kita masih tumbuh 2,97 persen tapi di kuartal kedua kita sudah posisi minus 5,3 persen. Untuk itu kuartal ketiga ini kita masih punya 1 bulan dari Juli, Agustus, September untuk melakukan belanja," tambah Presiden.

Data per 27 Agustus 2020, menurut Jokowi, rata-rata nasional untuk belanja APBD tingkat provinsi masih 44 persen, sedangkan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8 persen.

"Hati-hati mengenai ini, angka ini saya kira bisa kita lihat, belanja barang dan jasa realisasinya berapa, belanja modal berapa, belanja bansos berapa, dilihat Aceh realisasi barang dan jasa berapa, Sumatera Utara baru berapa persen, Bengkulu juga dilihat baru berapa persen," ungkap Presiden.

Presiden juga menyebutkan sejumlah daerah yang anggaran belanjanya sudah terealisasikan lebih dari 50 persen.

"Sumatera Barat sudah berada di atas 50 persen yaitu 52 persen. Saya kira angka-angka ini betul-betul kita cermati, lalu DKI Jakarta belanja barang dan jasa sudah tinggi 70 persen, belanja modal juga 90 persen, yang lain ada yang masih di angka 10, 15 persen apalagi bansos masih 0 persen itu betul-betul dilihat benar angka-angka ini," tegas Presiden.

Presiden pun menegaskan bahwa ia memantau setiap hari realisasi angka belanja per daerah.

"Realisasi APBD seperti ini setiap hari saya ikuti di semua provinsi, kabupaten, kota karena kelihatan angka-angkanya tolong diperhatikan sehingga realisasi pengadaan barang dan jasa, belanja modal dan belanja bansos segera terealisasi," tambah Presiden. BPMI Setpres/Rusman

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif