Warga korban banjir bandang mencuci perabotan rumah tangga di lokasi pengungsian di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 Juli 2020.
Warga korban banjir bandang mencuci perabotan rumah tangga di lokasi pengungsian di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 Juli 2020.
Ratusan warga masih bertahan berada di pengungsian di daerah ketinggian akibat rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Para pengungsi menyatakan sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Ratusan warga masih bertahan berada di pengungsian di daerah ketinggian akibat rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Para pengungsi menyatakan sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Bencana banjir bandang terjadi pada Senin, 13 Juli, sekitar pukul 21.00 Wita. Dampak bencana teridentifikasi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.
Bencana banjir bandang terjadi pada Senin, 13 Juli, sekitar pukul 21.00 Wita. Dampak bencana teridentifikasi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, bertambah menjadi 32 orang, sementara 16 lainnya masih dalam pencarian. Berdasarkan laporan BPBD setempat, setelah banjir sebanyak 156 keluarga atau 655 jiwa mengungsi dan 4.202 keluarga atau 15.994 jiwa
terdampak.
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, bertambah menjadi 32 orang, sementara 16 lainnya masih dalam pencarian. Berdasarkan laporan BPBD setempat, setelah banjir sebanyak 156 keluarga atau 655 jiwa mengungsi dan 4.202 keluarga atau 15.994 jiwa terdampak.

Pengungsi Banjir Bandang Luwu Utara Butuh Air Bersih

News banjir bandang
17 Juli 2020 08:48
Luwu Utara: Ratusan warga di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan masih bertahan di pengungsian di daerah ketinggian akibat rumah mereka diterjang banjir bandang.

Para pengungsi korban banjir bandang tersebut menyatakan sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Bencana banjir bandang terjadi pada Senin, 13 Juli, sekitar pukul 21.00 Wita. Dampak bencana teridentifikasi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.
 
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang pada sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, bertambah menjadi 32 orang sementara 16 lainnya masih dalam pencarian.

Berdasarkan laporan BPBD setempat, setelah banjir sebanyak 156 keluarga atau 655 jiwa mengungsi dan 4.202 keluarga atau 15.994 jiwa
terdampak.
 
Sedangkan kerugian material tercatat 4.930 unit rumah terendam, 10 unit rumah hanyut, 213 unit rumah tertimbun pasir bercampur lumpur, satu Kantor Koramil 1403-11 terendam air dan lumpur ketinggian satu meter, jembatan antar desa terputus dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur setinggi satu hingga empat meter.
 
BPBD Kabupaten Luwu Utara dan instansi terkait telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi dan pencarian korban, kaji cepat kebutuhan, penanganan penyintas dan operasional pos komando.
 
Di samping itu, empat unit eksavator dikerahkan untuk membersihkan lumpur di Kecamatan Masamba dan enam unit di Kecamatan Baebunta yang tertimbun lumpur. Saat ini PLN juga masih melakukan perbaikan jaringan listrik yang sempat terputus. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif