Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan pers terkait penangkapan terduga teroris di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan pers terkait penangkapan terduga teroris di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.
Tim Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap empat terduga teroris berinisial MN, MTA, NMMK, dan IG di sejumlah tempat yang berbeda di Bekasi, Jawa Barat pada Minggu 4 Oktober 2020, para terduga tersebut disinyalir tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah.
Tim Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap empat terduga teroris berinisial MN, MTA, NMMK, dan IG di sejumlah tempat yang berbeda di Bekasi, Jawa Barat pada Minggu 4 Oktober 2020, para terduga tersebut disinyalir tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah.
Tim Densus 88 Antiteror juga menyita sejumlah barang bukti dari para terduga teroris yang ditangkap tersebut. Antara lain, buku-buku terkait jihad, telepon genggam, hingga senjata tajam.
Tim Densus 88 Antiteror juga menyita sejumlah barang bukti dari para terduga teroris yang ditangkap tersebut. Antara lain, buku-buku terkait jihad, telepon genggam, hingga senjata tajam.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menunjukkan barang bukti terkait penangkapan terduga teroris di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menunjukkan barang bukti terkait penangkapan terduga teroris di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

Densus 88 Tangkap 4 Orang Terduga Teroris Jaringan Jemaah Islamiyah

News terorisme
05 Oktober 2020 21:06
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap empat terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Penangkapan dilakukan di beberapa tempat di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 4 Oktober 2020.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan terduga teroris pertama yang dicokok yakni Muhammad Nasir (MN) alias Safiq alias Martin alias Kholid. Nasir ditangkap di Jalan Nusantara 1, Ciantra, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat, pada pukul 08.35 WIB. Nasir terlibat menyembunyikan Muhammad Tsabat Abdullah alias Dul dan Soleh Habibi.

Tim Densus 88 Antiteror kemudian menangkap Muhammad Tsabat (MT) di Jalan P Timor Raya, Perumnas 3, Aren Jaya, Bekasi Timur, pada pukul 08.50 WIB. Tsabat sempat berangkat ke Suriah pada gelombang ke-6.

Tim Densus 88 Antiteror kembali bergerak dengan menangkap Nur Muhamad Maulidi Kusnato alias Alung alias Nur alias Salman di Jalan Mutiara Gading Timur 1, Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada pukul 08.41 WIB. Nur diduga ikut menyembunyikan Tsabat.

Terakhir, terduga teroris yang ditangkap yakni Irfan Gunawan alias Muhammad Ilham alias Bagus alias Yulian. Irfan ditangkap di Jalan Pondok Timur Indah, Kota Bekasi, pada pukul 05.41 WIB. Ia menjabat sebagai Qoid Tholiah Qodimah Barat bidang tajhiz/bithonah.
 
Tim Densus 88 Antiteror juga menyita sejumlah barang bukti dari para terduga teroris yang ditangkap tersebut. Antara lain, buku-buku terkait jihad, telepon genggam, hingga senjata tajam. ANTARA Foto/Sigid Kurniawan

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif