Sejumlah pengunjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja berada di Gedung Parkir Barang Bukti Ranmor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.
Sejumlah pengunjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja berada di Gedung Parkir Barang Bukti Ranmor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.
Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 1.192 orang pascakericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 8 Oktober 2020.
Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 1.192 orang pascakericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 8 Oktober 2020.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan, dari 1.192 orang yang diamankan petugas terdapat 285 orang yang terindikasi terlibat pidana.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan, dari 1.192 orang yang diamankan petugas terdapat 285 orang yang terindikasi terlibat pidana.
Dia mengungkapkan polisi masih mendalami dugaan keterlibatan 285 orang dengan tindak pidana seperti melawan petugas, perusakan fasilitas umum hingga membawa senjata tajam.
Dia mengungkapkan polisi masih mendalami dugaan keterlibatan 285 orang dengan tindak pidana seperti melawan petugas, perusakan fasilitas umum hingga membawa senjata tajam. "Ini yang masih kita lakukan pendalaman makanya saya belum menyatakan tidak dia itu sebagai tersangka, tidak," ujar Yusri.

Rusuh Unjuk Rasa, 1.192 Orang Diamankan Polda Metro Jaya

News Omnibus Law
09 Oktober 2020 16:25
Jakarta: Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 1.192 orang pascakericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan, dari 1.192 orang yang diamankan petugas terdapat 285 orang yang terindikasi terlibat pidana.
  
Dia mengungkapkan polisi masih mendalami dugaan keterlibatan 285 orang dengan tindak pidana seperti melawan petugas, perusakan fasilitas umum hingga membawa senjata tajam.

"Ini yang masih kita lakukan pendalaman makanya saya belum menyatakan tidak dia itu sebagai tersangka, tidak," ujar Yusri.

Kombes Yusri menambahkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah perusuh bayaran yang didatangkan dari luar Jakarta untuk menunggangi unjuk rasa. Ada kelompok-kelompok yang datang untuk melakukan kerusuhan, bahkan didominasi oleh anak-anak STM.

"Dia tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja, yang dia tahu ada undangan untuk datang, disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, disiapkan bus, kemudian ada uang makan untuk mereka semua," kata Yusri.

Keberadaan massa bayaran tersebut ditemukan petugas saat memeriksa ponsel para perusuh serta pengakuan orang-orang yang diamankan oleh polisi.

"Beberapa kelompok memang datang dari beberapa daerah seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten, yang datang ke Jakarta memang tujuannya untuk melakukan kerusuhan," katanya.

Dikatakan Yusri, petugas akan memanggil orang tua dari para pelajar agar memberikan pembinaan dan edukasi serta menunjukkan bukti pesan singkat ajakan berunjuk rasa berakhir rusuh. 

"Ini untuk pembelajaran jangan sampai nanti diulangi lagi bisa dijaga orang tuanya," tuturnya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif