Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (tengah) didampingi Direskrimum Polda Metro Kombes (Pol) Suyudi Ario Seto (kanan), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat rilis pengungkapan klinik layanan terapi
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (tengah) didampingi Direskrimum Polda Metro Kombes (Pol) Suyudi Ario Seto (kanan), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat rilis pengungkapan klinik layanan terapi "stem cell" (sel punca) di Polda Metro Jaya, Jakarta.
Polisi mengamankan tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni YW (46) selaku manajer klinik, LJ (47) selaku manajer pemasaran dan dr OH selaku dokter umum di klikik sel punca tak berizin (ilegal) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Polisi mengamankan tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni YW (46) selaku manajer klinik, LJ (47) selaku manajer pemasaran dan dr OH selaku dokter umum di klikik sel punca tak berizin (ilegal) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Polisi menunjukkan barang bukti kasus terapi
Polisi menunjukkan barang bukti kasus terapi "stem cell" kepada wartawan saat rilis kasus kejahatan yang dilakukan klinik layanan terapi "stem cell" (sel punca) di Polda Metrojaya, Jakarta.

Korban Klinik Stem Cell Ilegal di Kemang Capai 56 Orang

News klinik ilegal
16 Januari 2020 20:07
Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya mengunkapkan jumlah korban praktik terapi "stem cell" atau sel punca ilegal oleh sebuah klinik di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mencapai 56 orang. Hal itu disampaikan saat rilis kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. Antara Foto/Reno Esnir
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif