Warga melintas di depan mural bertema Hidup Sehat Lawan Covid-19 di Serengan, Solo, Jawa Tengah.
Warga melintas di depan mural bertema Hidup Sehat Lawan Covid-19 di Serengan, Solo, Jawa Tengah.
Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penularan Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) hingga 7 Juni 2020 mendatang, menyusul temuan empat pasien baru positif Covid-19.
Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penularan Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) hingga 7 Juni 2020 mendatang, menyusul temuan empat pasien baru positif Covid-19.
Karyawan yang berkerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengikuti rapid test di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo, Jawa Tengah. Selain karyawan Pemkot Solo, rapid test dengan metode serum atau darah lipat siku (whole blood) tersebut juga diikuti puluhan wartawan di Solo untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Karyawan yang berkerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengikuti rapid test di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo, Jawa Tengah. Selain karyawan Pemkot Solo, rapid test dengan metode serum atau darah lipat siku (whole blood) tersebut juga diikuti puluhan wartawan di Solo untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Status KLB Korona di Kota Solo Diperpanjang Hingga 7 Juni

News Virus Korona
27 Mei 2020 14:36
Solo: Pemerintah Kota Solo kembali memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) virus korona atau Covid-19 hingga 7 Juni 2020.

Perpanjangan dilakukan karena ada penambahan empat kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19, setelah sepekan nihil kasus pasien positif korona.

Perpanjangan tersebut merupakan kesekian kalinya sejak Pemkot memutuskan menetapkan KLB Covid-19 pada pertengahan Maret 2020.

Selain penambahan kasus positif, pemkot juga masih harus menunggu hasil uji swab polymerase chain reaction (PCR) sejumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan peserta rapid test massal yang hasilnya reaktif.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan hasil rapid test yang diperoleh sampai Selasa menunjukkan ada delapan tenaga kesehatan yang hasilnya reaktif. Selain itu, dua pedagang dari Pasar Depok, dan satu pedagang dari mal Solo Paragon. Mereka berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang akan menjalani karantina di Dalem Joyokusuman. Nantinya, jika hasil uji swab PCR pedagang di Pasar Depok dan mal Solo Paragon tersebut ini positif terkonfirmasi Covid-19, maka pasar dan mal tersebut akan ditutup total selama 14 hari. ANTARA Foto/Maulana Surya
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif