"Kerja kehumasan tidak akan bisa diambil sepenuhnya oleh kecerdasan buatan, kerja mesin tetap dikendalikan oleh manusia. Yang memutuskan arah kerja mesin tetap adalah manusia, yang memutuskan narasi-narasi kehumasan juga adalah bapak ibu dan saudara-saudara semuanya. bukan mesin, tetep manusia," kata Presiden Jokowi ketika membuka Konvensi Nasional Humas 2018 di Istana Negara Jakarta, Senin, 10 Desember 2018. 
Menurut Kepala Negara, revolusi industri telah menyediakan teknologi yang bisa membantu dan sekaligus bisa mengambil alih tugas kehumasan. 
Menurut Kepala Negara, revolusi industri telah menyediakan teknologi yang bisa membantu dan sekaligus bisa mengambil alih tugas kehumasan.  "Advance robotic, artificial intelegence, big data analytics, saya kira sekarang hampir setiap hari kita mendapatkan informasi mengenai itu," katanya.
Sekarang ini, lanjutnya, juga dengan mudah bisa diperoleh laporan tentang media monitoring, analisis pemberitaan dengan cara mudah dan real-time. 
Sekarang ini, lanjutnya, juga dengan mudah bisa diperoleh laporan tentang media monitoring, analisis pemberitaan dengan cara mudah dan real-time.  "Bahkan mesin juga bisa sekaligus memberikan saran-saran kepada kita apa yang perlu dimitigasi, apa yang perlu diberitakan kembali dan apa yang harus ditindaklanjuti," katanya. 
Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menkominfo Rudiantara berfoto bersama peserta Konvensi Nasional Humas 4.0 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menkominfo Rudiantara berfoto bersama peserta Konvensi Nasional Humas 4.0 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi: Peran Humas tak Bisa Diambil Sepenuhnya oleh Mesin

News presiden jokowi
10 Desember 2018 14:12
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan dengan kemajuan teknologi pekerjaan kehumasan bisa ditangani oleh mesin namun pengendalian tetap harus dilakukan oleh manusia. Antara Foto/Puspa Perwitasari
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif