Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar (kiri) dan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto hadir dalam konperensi pers terkait operasi tangkap tangan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 10 Mei 2021.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar (kiri) dan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto hadir dalam konperensi pers terkait operasi tangkap tangan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 10 Mei 2021.
Novi ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya.
Novi ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya.
Keenam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srijato, Camat Brebek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio. Kemudian, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin.
Keenam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srijato, Camat Brebek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio. Kemudian, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin.
Bareskrim menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp647,9 juta dari brankas pribadi Bupati Nganjuk,. Bareskrim juga menyita delapan ponsel dari tangkap tangan itu. Korps Bhayangkara juga menyita satu buku tabungan atas nama Tri Basuki Widodo.
Bareskrim menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp647,9 juta dari brankas pribadi Bupati Nganjuk,. Bareskrim juga menyita delapan ponsel dari tangkap tangan itu. Korps Bhayangkara juga menyita satu buku tabungan atas nama Tri Basuki Widodo.

Foto: Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan

News survey KPK polri Kasus Suap OTT KPK jual beli jabatan pns
10 Mei 2021 19:00
Jakarta: Bareskrim Polri menetapkan Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka terkait dugaan korupsi terkait pengisian jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan ada harga tertentu yang dipatok oleh Rahman.

"Informasi penyidik, untuk di level perangkat desa itu antara Rp 10 sampai 15 juta," kata Agus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 10 Mei 2021.

Agus mengatakan ada harga untuk jabatan lain. Dia menduga harga yang dipatok Rahman untuk jabatan di atas perangkat desa mencapai Rp 150 juta.

"Untuk jabatan di atas itu, sementara kita dapat informasi Rp 150 juta," ucapnya.

Dia menduga ada lagi harga lain untuk jabatan yang lebih tinggi. Agus menyebut para perangkat desa se-Nganjuk diduga memberi suap untuk mendapat jabatan.

Djoko mengatakan para tersangka itu disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, Pasal 11, dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tipikor dengan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman penjara dari 1 hingga seumur hidup.

Novi ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya.

Keenam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srijato, Camat Brebek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio. Kemudian, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin. 

Novi merupakan penerima suap. Sementara itu, enam lainnya merupakan pemberi suap.

"Barang bukti yang ditemukan berupa uang tunai sebesar Rp647,9 juta dari brankas pribadi Bupati Nganjuk," ujar Djoko.

Bareskrim juga menyita delapan ponsel dari tangkap tangan itu. Korps Bhayangkara juga menyita satu buku tabungan atas nama Tri Basuki Widodo. MI/Susanto

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif