"Teknologi itu jangan ditolak, tapi dikolaborasikan, diterapkan dalam sistem karena perubahan-perubahan itu akan membawa masalah sosial," kata Wapres saat membuka Pameran Indotrans Expo di JCC Senayan Jakarta, Jumat. "Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, maka Indonesia tidak akan mengalami ketertinggalan dengan negara lain."
JK mencontohkan pemanfaatan teknologi yang berhasil dikolaborasikan dengan kebutuhan masyarakat di kota-kota besar adalah adanya aplikasi ojek dan taksi daring.
JK mencontohkan pemanfaatan teknologi yang berhasil dikolaborasikan dengan kebutuhan masyarakat di kota-kota besar adalah adanya aplikasi ojek dan taksi daring. "Dulu waktu ada ojek pangkalan, timbul 'Gojek' dan 'Grab' yang didemo juga mereka. Sekarang ojek pangkalan sudah masuk ke ojek 'online', selesai persoalan. Jadi ada perubahan sistem dan perubahan teknologi yang diikuti," jelasnya.
Selain itu, transformasi dari taksi pangkalan ke taksi meteran (dengan argometer) hingga kini ke taksi daring, lanjut JK, juga merupakan bentuk perubahan yang mutlak terjadi.
Selain itu, transformasi dari taksi pangkalan ke taksi meteran (dengan argometer) hingga kini ke taksi daring, lanjut JK, juga merupakan bentuk perubahan yang mutlak terjadi. "Oleh karena itu, selain penguasaan teknologi juga dibutuhkan keterampilan bagi masyarakat dalam mengejar ketertinggalan," katanya.

JK: Teknologi Harus Dikolaborasikan dalam Sistem Transportasi

News transportasi
13 September 2019 17:47
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perkembangan teknologi harus dikolaborasikan dan diterapkan dalam sistem transportasi di Indonesia untuk mengatasi persoalan perubahan sosial. Hal itu dikatakan JK saat membuka Pameran Indotrans Expo di JCC Senayan Jakarta, Jumat, 13 September 2019. Antara Foto/Reno Esnir
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif