NEWSTICKER
Seorang mahasiswa menuang minuman tradisional Sulawesi Utara 'Cap Tikus' ke gelas ukur saat proses pembuatan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Sulawesi Utara, Kamis, 19 Maret 2020.
Seorang mahasiswa menuang minuman tradisional Sulawesi Utara 'Cap Tikus' ke gelas ukur saat proses pembuatan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Sulawesi Utara, Kamis, 19 Maret 2020.
Mahasiswa Jurusan Kimia Unima berhasil menciptakan cairan pembersih tangan berkadar alkohol 80% yang berbahan dasar minuman tradisional Sulut, Cap Tikus. Hasil penelitian tersebut menjadi alternatif di tengah kurangnya pasokan alkohol dan cairan pembersih tangan.
Mahasiswa Jurusan Kimia Unima berhasil menciptakan cairan pembersih tangan berkadar alkohol 80% yang berbahan dasar minuman tradisional Sulut, Cap Tikus. Hasil penelitian tersebut menjadi alternatif di tengah kurangnya pasokan alkohol dan cairan pembersih tangan.

'Cap Tikus' Ternyata Bisa Dijadikan Hand Sanitizer

News Virus Korona
20 Maret 2020 09:15
Manado: Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Sulawesi Utara, berhasil menciptakan cairan pembersih tangan berkadar alkohol 80% yang berbahan dasar minuman tradisional Sulut, Cap Tikus. 

Hasil penelitian tersebut menjadi alternatif di tengah kurangnya pasokan alkohol dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) akibat merebaknya virus korona atau covid-19. 

Pembantu Dekan Satu Fakultas MIPA Unima Dr Wilson A R Rombang MSi menyatakan bahwa kadar alkohol hand sainitizer buatan FMIPA Unima tersebut sudah memenuhi standar WHO. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif