Pengunjuk rasa berjalan dengan latar belakang api yang membubung saat demonstasi menentang UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Pengunjuk rasa berjalan dengan latar belakang api yang membubung saat demonstasi menentang UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Massa melemparkan batu saat bentrokan dengan polisi pada unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Massa melemparkan batu saat bentrokan dengan polisi pada unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Pengunjuk rasa yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja berlarian saat polisi menghalau mereka di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. ANTARA Foto/Aditya Pradana Putra
Pengunjuk rasa yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja berlarian saat polisi menghalau mereka di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. ANTARA Foto/Aditya Pradana Putra
Seorang pengunjuk rasa membawa bendera merah putih saat unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Seorang pengunjuk rasa membawa bendera merah putih saat unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Suasana bentrokan antara demonstan dengan polisi saat aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Suasana bentrokan antara demonstan dengan polisi saat aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Seorang anggota polisi yang terluka dievakuasi saat terjadi bentrokan dalam aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Seorang anggota polisi yang terluka dievakuasi saat terjadi bentrokan dalam aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja di Jakarta. ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Pengunjuk rasa yang menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja terlibat bentrok dengan polisi di kawasan Harmoni, Jakarta. ANTARA Foto/Indrianto Eko Suwarso
Pengunjuk rasa yang menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja terlibat bentrok dengan polisi di kawasan Harmoni, Jakarta. ANTARA Foto/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah mahasiswa dan buruh melakukan aksi damai menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di kawasan Pasar Senen, Jakarta. ANTARA Foto/ Reno Esnir
Sejumlah mahasiswa dan buruh melakukan aksi damai menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di kawasan Pasar Senen, Jakarta. ANTARA Foto/ Reno Esnir
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang menolah pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di kawasan Harmoni, Jakarta. ANTARA Foto/Indrianto Eko Suwarso
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang menolah pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di kawasan Harmoni, Jakarta. ANTARA Foto/Indrianto Eko Suwarso
Polisi menghalau massa pengunjuk rasa yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja saat terjadi kericuhan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. ANTARA Foto/Aditya Pradana Putra
Polisi menghalau massa pengunjuk rasa yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja saat terjadi kericuhan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. ANTARA Foto/Aditya Pradana Putra

Suasana Demo Tolak UU Ciptaker di Jakarta

News Omnibus Law
08 Oktober 2020 19:02
Jakarta: Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan DPR RI beberapa hari lalu terjadi sejumlah daerah, di antaranya DKI Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Lokasi kantong massa demonstrasi penolak UU Ciptaker itu terkonsentrasi di sejumlah titik.

Setidaknya ada 5 titik kantong massa demo penolak UU Ciptaker. Dari Jalan Harmoni, Jakarta Pusat; Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Selatan; Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat; Jalan Daan Mogot, Tangerang; kawasan Senen, Jakarta Pusat; dan Jalan Ahmad Yani, Bekasi.

Aksi unjuk rasa di Jalan Harmoni sempat ricuh. Bentrokan antara massa pendemo dan aparat kepolisian tak terhindari. Bahkan demonstran di sana juga mencoret-coret dinding ruko yang berada di sekitar lokasi demo. 

Di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, massa juga terus berdatangan dan berkumpul di patung kuda. Massa yang berunjuk rasa di sana membawa sejumlah atribut seperti bendera dan spanduk.

Kawat besi ditempatkan di sekitar Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata. Polisi dari balik kawat besi melakukan penjagaan. Pasukan anti-huru-hara disiapkan. Selain itu, 2 mobil water cannon dan 1 Barracuda disiagakan.

Massa yang berkumpul di Patung Kuda kemudian mencoba merangsek ke Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana. Situasi terakhir, massa dan aparat terlibat bentrokan di sana. Kawat berduri yang dipasang aparat berhasil dijebol massa pendemo. Polisi pun telah mencoba membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Demo menolak omnibus law UU Ciptaker juga digelar oleh sejumlah mahasiswa dan siswa STM. Mereka melakukan long march di kawasan Senen. Mereka hendak menuju Istana. 

Bentrokan juga terjadi di Jalan Daan Mogot. Massa penolak UU Ciptaker bentrok dengan aparat hingga berhasil menjebol penyekatan.

Kericuhan terjadi sejak siang tadi di Jalan Daan Mogot, Tangerang, yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Polisi memutuskan membiarkan massa lewat karena jumlah yang terlalu banyak. ANTARA Foto

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif