Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Persatuan Insan Perunggasan (Insar) Kalimantan Tengah menggelar aksi simbolis di salah satu kantor layanan penyedia energi di Palangka Raya. Dokumentasi aksi tersebut kemudian beredar di media sosial.
Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah, mendorong adanya langkah konkret untuk merespons dampak yang dialami masyarakat akibat gangguan pasokan energi.
“Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret (pencopotan), termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan,” kata dia, Selasa, 4 Agustus 2026.
Febri juga menilai penyampaian permohonan maaf setiap kali terjadi gangguan belum sepenuhnya menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat.
Sementara itu, unggahan yang beredar di media sosial menyebut aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk harapan agar aspirasi masyarakat dan pelaku usaha mendapat perhatian.
Dalam unggahan yang sama disebutkan sebagian besar peternakan ayam di wilayah tersebut menggunakan sistem closed house yang bergantung pada pasokan energi untuk mengoperasikan ventilasi dan sirkulasi udara. Gangguan pasokan disebut berdampak terhadap kondisi ternak.
“Genset cadangan ada tapi biaya operasionalnya terlalu mahal untuk dipakai terus-menerus. Peternak melaporkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan satu kandang berkapasitas 40 ribu ekor bisa rugi hingga Rp360 juta,” tulis unggahan tersebut.
Di sisi lain, pihak penyedia layanan energi menjelaskan gangguan dipicu oleh kendala teknis pada sejumlah unit pembangkit sehingga kemampuan pasokan ke sistem mengalami penurunan.
Selama proses pemulihan, dilakukan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem.
Pihak penyedia layanan juga menyampaikan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat proses perbaikan. Masyarakat diimbau menggunakan energi secara bijak, terutama pada periode beban puncak, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemulihan berlangsung. Dok. Istimewa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News