Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong warga dan aparat di sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan, terutama risiko gangguan pernapasan.
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong warga dan aparat di sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan, terutama risiko gangguan pernapasan.
Proses pembuatan dilakukan di ruang serbaguna Sekretariat RW 08 Kelurahan Pesanggrahan menggunakan pola yang dibuat sendiri, kemudian dijahit dengan jarum dan benang.
Proses pembuatan dilakukan di ruang serbaguna Sekretariat RW 08 Kelurahan Pesanggrahan menggunakan pola yang dibuat sendiri, kemudian dijahit dengan jarum dan benang.
Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang menerima masker karena lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka.
Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang menerima masker karena lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka.

Ketika Kain Perca Menjadi Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

09 September 2026 16:59
Jakarta: Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong warga dan aparat di sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan, terutama risiko gangguan pernapasan. Di Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Babinsa bersama warga membuat masker dari kain perca untuk dibagikan kepada masyarakat dan pengendara.

Inisiatif tersebut memanfaatkan sisa kain dari industri konveksi dan penjahit yang berada di sekitar permukiman. Kain perca yang sebelumnya masih memiliki nilai ekonomis itu dikumpulkan dan diolah menjadi masker secara manual.

“Aksi cepat tanggap membuat masker untuk warga atas petunjuk dari Danrem 051 Wijayakarta dan Dandim 0504 Jakarta Selatan ini, ternyata mendapat dukungan penuh dari warga binaan saya di Kelurahan Pesanggrahan,” kata Peltu (K) Atiek, Rabu, 9 September 2026.

Peltu (K) Atiek Koesoemawati merupakan Babinsa Kelurahan Pesanggrahan yang mengajak warga membuat masker secara mandiri. Proses pembuatan dilakukan di ruang serbaguna Sekretariat RW 08 Kelurahan Pesanggrahan menggunakan pola yang dibuat sendiri, kemudian dijahit dengan jarum dan benang.

Sebelum digunakan, kain perca yang diperoleh dari industri konveksi atau penjahit di sekitar permukiman warga terlebih dahulu dicuci untuk menjaga kebersihannya.

“Setelah dicuci, kain kita bentuk menjadi potongan-potongan mengikuti pola masker, lalu kita satukan dengan cara dijahit dengan jarum dan benang secara manual, alias dengan tangan,” jelasnya.

Kegiatan serupa juga dilakukan dengan menghimpun warga di sekitar RPTRA Puspita, Kecamatan Pesanggrahan. Keberadaan sejumlah UMKM konveksi di kawasan tersebut membantu warga memperoleh bahan untuk pembuatan masker.

Pemilik usaha konveksi dan penjahit memberikan sisa kain secara cuma-cuma setelah mengetahui bahan tersebut akan digunakan untuk membuat masker bagi masyarakat dan pengendara.

“Alhamdulillah, pemilik konveksi dan tukang jahit di sini memberikan sisa kain secara cuma-cuma, setelah mengetahui jika masker untuk masyarakat dan pengendara,” tutur Peltu (K) Atiek.

Masker yang telah selesai dibuat kemudian dibagikan kepada masyarakat yang melintas. Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang menerima masker karena lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka.

Salah satu pengendara sepeda motor, Reza, mengaku terbantu dengan pembagian masker tersebut. Ia mengatakan masih menemukan abu vulkanik saat berkendara dan kebetulan tidak membawa masker.

“Saya lupa bawa, untung ketemu ibu Babinsa yang bagi-bagi masker gratis ke seluruh pengendara yang melintas,” ungkap Reza.

Reza yang tinggal di Rempoa, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, juga mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan warga dalam membantu masyarakat menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Harus kita apresiasi, karena bentuk kepedulian terhadap sesama di masa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, seyogianya diwujudkan dalam aksi nyata seperti pembuatan masker gratis bagi warga. Terima kasih Korem 051 Wijayakarta,” ujar Reza. Dok.Istimewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MUM)

News Erupsi Gunung masker bahan kain