Aliran Sungai Cibuntu meluap mengakibatkan banjir bandang yang menerjang perkampungan padat di sekitar bantaran sungai. Aliran air meluas hingga merendam beberapa perkampungan warga salah satunya di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Aliran Sungai Cibuntu meluap mengakibatkan banjir bandang yang menerjang perkampungan padat di sekitar bantaran sungai. Aliran air meluas hingga merendam beberapa perkampungan warga salah satunya di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Pantauan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi 1 unit rumah hanyut dan 1 mobil hanyut akibat banjir ini.
Pantauan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi 1 unit rumah hanyut dan 1 mobil hanyut akibat banjir ini.

Banjir Bandang Terjang Sukabumi, Satu Rumah Hanyut

News bencana banjir
21 September 2020 19:45
Sukabumi: Aliran Sungai Cibuntu meluap mengakibatkan banjir bandang yang menerjang perkampungan padat di sekitar bantaran sungai. Aliran air meluas hingga merendam beberapa perkampungan warga salah satunya di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin, 21 September 2020.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan satu unit rumah warga hanyut akibat banjir bandang. 

Pantauan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi 1 unit rumah hanyut dan 1 mobil hanyut akibat banjir ini. 

Lokasi terdampak bencana ini berada di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Hingga kini, BPBD setempat masih melakukan pendataan di lokasi terdampak. 

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi berada di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi serta pendataan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor kejadian dan berkoordinasi dengan BPBD setempat. 

Wilayah Jawa Barat termasuk provinsi yang berpotensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga dua hari ke depan, 22 – 23 September 2020. 

Sementara itu, dalam dua hari ke depan, wilayah Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah yang berpotensi hujan lebat yang disetai kilat dan angin kencang. 

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Dok.BNPB

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif