Wakil Ketua KPK Alexander Marwarta (kiri) didampingi Juru Bicara Ali Fikri (kanan) bersiap melakukan konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi bersama Bupati Malang periode tahun 2010-2015 dan periode 2016-2021 Eryk Armando Talla di gedung KPK, Jakarta.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwarta (kiri) didampingi Juru Bicara Ali Fikri (kanan) bersiap melakukan konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi bersama Bupati Malang periode tahun 2010-2015 dan periode 2016-2021 Eryk Armando Talla di gedung KPK, Jakarta.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan Eryk ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai 18 Agustus 2020.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan Eryk ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai 18 Agustus 2020.
Eryk turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Ia terlihat memakai rompi tahanan dan berdiri menghadap ke dinding.
Eryk turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Ia terlihat memakai rompi tahanan dan berdiri menghadap ke dinding.
Alex menyebut Eryk diduga bersama-sama Rendra menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban RK selaku Bupati Kabupaten Malang. Total penerimaan gratifikasi oleh RK dari 2010 hingga 2018 bersama-sama dengan Eryk berjumlah sekitar Rp 7,1 miliar.
Alex menyebut Eryk diduga bersama-sama Rendra menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban RK selaku Bupati Kabupaten Malang. Total penerimaan gratifikasi oleh RK dari 2010 hingga 2018 bersama-sama dengan Eryk berjumlah sekitar Rp 7,1 miliar.
Dalam kasus ini, Eryk ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi bersama eks Bupati Malang Rendra Kresna pada 11 Oktober 2018. Selain soal gratifikasi, Rendra juga jadi tersangka kasus suap berkaitan dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Dalam kasus ini, Eryk ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi bersama eks Bupati Malang Rendra Kresna pada 11 Oktober 2018. Selain soal gratifikasi, Rendra juga jadi tersangka kasus suap berkaitan dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Tersangka Kasus Gratifikasi Eks Bupati Malang Ditahan KPK

News gratifikasi
30 Juli 2020 21:30
Jakarta: KPK menahan tersangka gratifikasi mantan Bupati Malang Rendra Kresna, Eryk Armando Talla. Eryk akan ditahan selama 20 hari pertama.

Eryk ditahan di Rutan KPK cabang di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Alex mengatakan Eryk terlebih dahulu menjalani protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kamis, 30 Juli 2020, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan Eryk ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai 18 Agustus 2020.

Eryk turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Ia terlihat memakai rompi tahanan dan berdiri menghadap ke dinding.

Eryk diduga bersama-sama Rendra menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban RK selaku Bupati Kabupaten Malang. Total penerimaan gratifikasi oleh RK dari 2010 hingga 2018 bersama-sama dengan Eryk berjumlah sekitar Rp 7,1 miliar.

Dalam kasus ini, Eryk ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi bersama eks Bupati Malang Rendra Kresna pada 11 Oktober 2018. Selain soal gratifikasi, Rendra juga jadi tersangka kasus suap berkaitan dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Suap tersebut diduga diterima dari pihak swasta bernama Ali Murtopo. Total suap diduga berjumlah Rp 3,45 miliar.

Dalam perkara suap, Rendra Kresna divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Rendra menjadi terdakwa karena terlibat kasus suap Rp 7,5 miliar. ANTARA Foto/M Risyal Hidayat

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif