"Semua pihak memang harus berkontribusi untuk kemajuan bangsa, namun bentuk kontribusi itu bisa menjadi bagian dari pemerintahan, tapi bisa juga menjadi oposisi yang mengawasi dan memberi kritik konstruktif di luar pemerintahan," kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Bogor, Senin, 1 Juli 2019.
Jokowi menyatakan bahwa pihaknya memang membuka diri bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung bersama.
Jokowi menyatakan bahwa pihaknya memang membuka diri bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung bersama. "Tapi, tidak mungkin semuanya menjadi bagian dalam pemerintahan. Kita tetap perlu oposisi," ungkapnya.
Menurut Jokowi, justru akan aneh bila semua partai politik berada satu barisan di pemerintahan. Kondisi seperti itu justru tidak sehat bagi jalannya pemerintahan.
Menurut Jokowi, justru akan aneh bila semua partai politik berada satu barisan di pemerintahan. Kondisi seperti itu justru tidak sehat bagi jalannya pemerintahan. "Kalau semua di dalam (pemerintahan), nanti yang ngawasi siapa? Terus yang memberikan masukan, kritik yang konstruktif siapa? Malah tidak sehat nanti," Jokowi menerangkan.
Sementara itu terkait pembentukan kabinet, Jokowi bertekad membentuk kabinet yang efektif serta responsif terhadap tantangan perubahan global yang sangat cepat. Salah satu bentuknya, kabinet nanti akan lebih banyak mengakomodasi kaum muda ketimbang Kabinet Kerja jilid I saat ini.
Sementara itu terkait pembentukan kabinet, Jokowi bertekad membentuk kabinet yang efektif serta responsif terhadap tantangan perubahan global yang sangat cepat. Salah satu bentuknya, kabinet nanti akan lebih banyak mengakomodasi kaum muda ketimbang Kabinet Kerja jilid I saat ini. "Kenapa kita penting mengakomodasi orang muda, usia 30-an, bahkan mungkin 25 tahunan, karena kaum muda umumnya lincah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat," paparnya.

Medcom.id Wawancara Khusus dengan Jokowi

News presiden jokowi
02 Juli 2019 10:46
Jakarta: Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo menyatakan bahwa oposisi tetap dibutuhkan sebagai penyeimbang agar demokrasi berjalan sehat. Hal itu dikatakan Jokowi dalam wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 1 Juli 2019. Biro Pers Setpres/Kris
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif