Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen menangis di sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen menangis di sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.
Sang istri, Dwitularsih Sukowati, turut hadir di sidang itu dan mengusap air mata di wajah Kivlan Zen.
Sang istri, Dwitularsih Sukowati, turut hadir di sidang itu dan mengusap air mata di wajah Kivlan Zen.
Dwitularsih Sukowati pun menenangkan sang suami, Kivlan Zen, sebelum sidang dakwaan atas dugaan kepemilikan senjata api ilegal dimulai.
Dwitularsih Sukowati pun menenangkan sang suami, Kivlan Zen, sebelum sidang dakwaan atas dugaan kepemilikan senjata api ilegal dimulai.
Dalam sidang tersebut, Kivlan didakwa menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal.
Dalam sidang tersebut, Kivlan didakwa menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal.
Pembelian senpi dilakukan orang suruhan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan alias Iwan, dari sejumlah orang. Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP.
Pembelian senpi dilakukan orang suruhan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan alias Iwan, dari sejumlah orang. Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP.
Keberatan dengan dakwaan tersebut, Kivlan Zen pun akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan.
Keberatan dengan dakwaan tersebut, Kivlan Zen pun akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

Tangis Kivlan Zen di Sidang Kepemilikan Senjata Ilegal

News senjata api
10 September 2019 19:36
Jakarta: Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen menangis di sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal yang digelar di PN Jakarta Pusat, Selasa, 10 September 2019. Dalam sidang tersebut, Kivlan didakwa menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal. Antara Foto/Reno Esnir/MI/Bary Fathahilah

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif