Proyektor memancarkan gambar sidang tuntutan kasus suap penetapan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024 secara virtual dengan terdakwa mantan komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di gedung KPK, Jakarta.
Proyektor memancarkan gambar sidang tuntutan kasus suap penetapan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024 secara virtual dengan terdakwa mantan komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di gedung KPK, Jakarta.
Wahyu Setiawan dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp.400 juta serta dicabut hak politiknya selama empat tahun.
Wahyu Setiawan dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp.400 juta serta dicabut hak politiknya selama empat tahun.
Wahyu dianggap terbukti menerima suap SGD57.350 atau setara Rp600 juta.
Wahyu dianggap terbukti menerima suap SGD57.350 atau setara Rp600 juta.

Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Bui

News Kasus Suap
03 Agustus 2020 17:51
Jakarta: Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Periode 2017-2022 Wahyu Setiawan dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan. Wahyu dianggap terbukti menerima suap SGD57.350 atau setara Rp600 juta.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2020, JPU KPK juga menuntut hukuman tambahan kepada Wahyu Setiawan berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun. 

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama eks anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina. Dalam perkara ini, Agustiani dituntut hukuman selama 4,5 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Wahyu juga dinilai terbukti menerima gratifikasi dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Wahyu menerima Rp500 juta. ANTARA Foto/Hafidz Mubarak A


(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif