Dua desa di Desa Pangkalan Bayat dan Bayat Ilir, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi sehingga membuat Sungai Bayat dan Sungai Lalan meluap.
Dua desa di Desa Pangkalan Bayat dan Bayat Ilir, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi sehingga membuat Sungai Bayat dan Sungai Lalan meluap.
"Total ada 87 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang aman," kata Kabid Penanganan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Senin 30 November 2020.
Ansori mengatakan kejadian banjir di dua desa tersebut memang sering terjadi. Faktor lainnya yang membuat banjir yakni lokasi sungai dan pemukiman warga yang saling berdekatan.
Ansori mengatakan kejadian banjir di dua desa tersebut memang sering terjadi. Faktor lainnya yang membuat banjir yakni lokasi sungai dan pemukiman warga yang saling berdekatan.

Dua Desa di Musi Banyuasin Terendam Banjir

News banjir bencana banjir
30 November 2020 20:48
Musi Banyuasin: Dua desa di Desa Pangkalan Bayat dan Bayat Ilir, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi sehingga membuat Sungai Bayat dan Sungai Lalan meluap.

"Total ada 87 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang aman," kata Kabid Penanganan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Senin 30 November 2020.
 
Ansori mengatakan kejadian banjir di dua desa tersebut memang sering terjadi. Faktor lainnya yang membuat banjir yakni lokasi sungai dan pemukiman warga yang saling berdekatan.

"Kondisi sekarang air juga belum surut. Akses jalan masuk ke dua desa ini juga terputus," ungkapnya.
 
Saat ini pihaknya sudah membuat dua posko pengungsian yang beraca jauh dari sungai. Selain itu, dua unit perahu fiber dan mesin telah disiagakan di lokasi kejadian.
 
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada selama musim penghujan dan juga dampak dari La Nina khususnya di wilayah dataran rendah," katanya. MI/Dwi Apriani


(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif