Warga yang berada di depan bangunan yang hancur menunjukkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina, di Gaza pada Kamis, 20 Mei 2021 waktu setempat.
Warga yang berada di depan bangunan yang hancur menunjukkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina, di Gaza pada Kamis, 20 Mei 2021 waktu setempat.
Warga Jalur Gaza menyambut gembira pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kelompok Islam yang mengendalikan Gaza, mengumumkan gencatan senjata pada Kamis, 20 Mei 2021.
Warga Jalur Gaza menyambut gembira pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kelompok Islam yang mengendalikan Gaza, mengumumkan gencatan senjata pada Kamis, 20 Mei 2021.
Gencatan senjata bertujuan untuk mengakhiri 11 hari pertempuran mematikan yang menghantam kantong Palestina dan memaksa banyak orang Israel untuk berlindung dari roket.
Gencatan senjata bertujuan untuk mengakhiri 11 hari pertempuran mematikan yang menghantam kantong Palestina dan memaksa banyak orang Israel untuk berlindung dari roket.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, yang juga termasuk kelompok bersenjata terkuat kedua di Gaza, Jihad Islam, disepakati menyusul meningkatnya tekanan internasional untuk membendung pertumpahan darah.
Gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, yang juga termasuk kelompok bersenjata terkuat kedua di Gaza, Jihad Islam, disepakati menyusul meningkatnya tekanan internasional untuk membendung pertumpahan darah.

Hamas dan Jihad Islam mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut, dengan mengatakan bahwa gencatan senjata itu akan mulai berlaku pada Jumat, 21 Mei 2021 pukul 02:00 (2300 GMT Kamis).
Hamas dan Jihad Islam mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut, dengan mengatakan bahwa gencatan senjata itu akan mulai berlaku pada Jumat, 21 Mei 2021 pukul 02:00 (2300 GMT Kamis).

Warga Jalur Gaza Sambut Gembira Gencatan Senjata Israel-Hamas

21 Mei 2021 07:14
Jalur Gaza: Warga Jalur Gaza menyambut gembira pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kelompok Islam yang mengendalikan Gaza, mengumumkan gencatan senjata pada Kamis, 20 Mei 2021.

Gencatan senjata bertujuan untuk mengakhiri 11 hari pertempuran mematikan yang menghantam kantong Palestina dan memaksa banyak orang Israel untuk berlindung dari roket.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, yang juga termasuk kelompok bersenjata terkuat kedua di Gaza, Jihad Islam, disepakati menyusul meningkatnya tekanan internasional untuk membendung pertumpahan darah.

Presiden AS Joe Biden menyambut baik kesepakatan itu. "Saya yakin kami memiliki kesempatan sejati untuk membuat kemajuan dan saya berkomitmen untuk mengupayakannya," kata Biden di Gedung Putih, memuji peran Mesir dalam menengahi perjanjian tersebut.

Sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kabinet keamanan telah dengan suara bulat menerima rekomendasi dari semua pejabat keamanan ... untuk menerima inisiatif Mesir untuk gencatan senjata bersama tanpa prasyarat.

Hamas dan Jihad Islam kemudian mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut, dengan mengatakan bahwa gencatan senjata itu akan mulai berlaku pada Jumat, 21 Mei 2021 pukul 02:00 (2300 GMT Kamis).

Israel mengatakan kampanye udaranya telah membuat pencapaian belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza, wilayah yang telah diblokade sejak 2007, tahun pengambilalihan Hamas.

"Pimpinan politik menekankan bahwa kenyataan di lapanganlah yang akan menentukan masa depan operasi tersebut," tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa dia akan siap kapan saja untuk pergi ke Israel, ke Timur Tengah, jika itu akan melayani tujuan bergerak melampaui kekerasan dan membantu untuk bekerja dalam meningkatkan kehidupan bagi orang Israel dan Palestina.

Sejak pertempuran berlangsung pada 10 Mei, pejabat kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, tewas dan lebih dari 1.900 orang terluka akibat bombardir udara. Israel mengaku telah menewaskan setidaknya 160 petempur di Gaza.
  
Otoritas menyebutkan jumlah korban tewas di Israel sebanyak 12 orang, dengan ratusan orang dirawat karena cedera akibat serangan roket yang menyebabkan kepanikan dan membuat warga mengungsi. AFP PHOTO/Mohammed Abed

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional Palestina israel palestina Israel