Seorang pria Malaysia penyandang disabilitas mental dieksekusi mati di Singapura pada hari Rabu, 27 April 2022, setelah perjuangan hukum yang panjang dan banyak protes dari dunia internasional.
Seorang pria Malaysia penyandang disabilitas mental dieksekusi mati di Singapura pada hari Rabu, 27 April 2022, setelah perjuangan hukum yang panjang dan banyak protes dari dunia internasional.
"Sulit dipercaya bahwa Singapura melanjutkan eksekusi meskipun ada seruan internasional untuk menyelamatkan nyawanya. Kami sangat sedih dengan eksekusi saudara kami dan keluarga dalam keadaan syok," kata saudara perempuannya Sarmila Dharmalingam.
Pada Senin, 25 April 2022, ratusan warga Singapura berunjuk rasa menentang rencana eksekusi Dharmalingam. Mereka berkumpul di Taman Hong Lim dengan menyalakan lilin dan membawa berbagai poster untuk memprotes hukuman mati tersebut.
Pada Senin, 25 April 2022, ratusan warga Singapura berunjuk rasa menentang rencana eksekusi Dharmalingam. Mereka berkumpul di Taman Hong Lim dengan menyalakan lilin dan membawa berbagai poster untuk memprotes hukuman mati tersebut.
Nagaenthran ditangkap pada 2009 dengan barang bukti sejumlah kecil heroin saat ia berusaha memasuki Singapura, yang memiliki beberapa undang-undang narkoba yang paling ketat di dunia. Dia dijatuhi hukuman mati pada tahun berikutnya.
Nagaenthran ditangkap pada 2009 dengan barang bukti sejumlah kecil heroin saat ia berusaha memasuki Singapura, yang memiliki beberapa undang-undang narkoba yang paling ketat di dunia. Dia dijatuhi hukuman mati pada tahun berikutnya.

Singapura Eksekusi Mati Pria Malaysia Penyandang Disabilitas

Internasional eksekusi mati malaysia Kasus Narkoba Singapura penyandang disabilitas
27 April 2022 09:37
Jakarta: Seorang pria Malaysia penyandang disabilitas mental dieksekusi mati di Singapura pada hari Rabu, 27 April 2022, setelah perjuangan hukum yang panjang dan banyak protes dari dunia internasional.

"Nagaenthran K. Dharmalingam, yang dihukum karena menyelundupkan heroin ke negara kota itu, dihukum mati pada dini hari," kata saudara perempuannya Sarmila Dharmalingam.

"Sulit dipercaya bahwa Singapura melanjutkan eksekusi meskipun ada seruan internasional untuk menyelamatkan nyawanya. Kami sangat sedih dengan eksekusi saudara kami dan keluarga dalam keadaan syok," tambahnya.

Pada Senin, 25 April 2022, ratusan warga Singapura berunjuk rasa menentang rencana eksekusi Dharmalingam. Mereka berkumpul di Taman Hong Lim dengan menyalakan lilin dan membawa berbagai poster untuk memprotes hukuman mati tersebut.

Nagaenthran ditangkap pada 2009 dengan barang bukti sejumlah kecil heroin saat ia berusaha memasuki Singapura, yang memiliki beberapa undang-undang narkoba yang paling ketat di dunia. Dia dijatuhi hukuman mati pada tahun berikutnya. AFP PHOTO/Arif Kartono/Roslan Rahman

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif