Aktivis Myanmar memoles jalan raya dengan cat merah untuk memprotes penumpasan berdarah junta terhadap protes, di Hpa-an, Karen, Selasa, 6 April 2021.
Aktivis Myanmar memoles jalan raya dengan cat merah untuk memprotes penumpasan berdarah junta terhadap protes, di Hpa-an, Karen, Selasa, 6 April 2021.
Di kota Hpa-an di negara bagian Karen timur, para pemuda menyemprotkan cat merah di jalan, memberikan penghormatan tiga jari yang dipinjam dari buku dan film 'Hunger Games' dan telah menjadi simbol gerakan tersebut.
Di kota Hpa-an di negara bagian Karen timur, para pemuda menyemprotkan cat merah di jalan, memberikan penghormatan tiga jari yang dipinjam dari buku dan film 'Hunger Games' dan telah menjadi simbol gerakan tersebut.
Di ibu kota komersial Yangon, orang-orang mengolesi cat merah dan sidik jari di halte bus dan trotoar sebagai protes atas kekerasan militer. Aksi yang disebut serangan pewarna berdarah adalah metode kreatif terbaru yang dipikirkan oleh para pengunjuk rasa untuk menyuarakan oposisi tanpa mengambil risiko ditembak atau ditangkap dengan berdemonstrasi secara langsung.
Di ibu kota komersial Yangon, orang-orang mengolesi cat merah dan sidik jari di halte bus dan trotoar sebagai protes atas kekerasan militer. Aksi yang disebut serangan pewarna berdarah adalah metode kreatif terbaru yang dipikirkan oleh para pengunjuk rasa untuk menyuarakan oposisi tanpa mengambil risiko ditembak atau ditangkap dengan berdemonstrasi secara langsung.

Aktivis Siramkan Cat Merah untuk Protes Pertumpahan Darah Junta Myanmar

Internasional Myanmar kudeta gambia politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
06 April 2021 18:01
Yangon: Aktivis Myanmar memoles jalan raya dengan cat merah untuk memprotes penumpasan berdarah junta terhadap protes, di Hpa-an, Karen, Selasa, 6 April 2021. Saat ini penggalangan dana online untuk mendukung gerakan tersebut mendekati angka USD10 juta.

Negara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, diguncang oleh bentrokan harian antara pemrotes dan pihak berwenang yang menewaskan sedikitnya 570 orang.

Sepuluh tentara pemberontak etnis Myanmar menyuarakan dukungan untuk gerakan protes pada akhir pekan, memicu kekhawatiran bahwa negara itu bisa meluncur ke dalam konflik sipil yang lebih luas, sementara PBB telah memperingatkan pertumpahan darah.

Pada Selasa, di ibu kota komersial Yangon, orang-orang mengolesi cat merah dan sidik jari di halte bus dan trotoar sebagai protes atas kekerasan militer. Aksi yang disebut serangan pewarna berdarah adalah metode kreatif terbaru yang dipikirkan oleh para pengunjuk rasa untuk menyuarakan oposisi tanpa mengambil risiko ditembak atau ditangkap dengan berdemonstrasi secara langsung.

Satu slogan yang dilukis di halte bus mengatakan militer disalahgunakan untuk melindungi kepala junta Min Aung Hlaing, dan mendesak tentara untuk tidak menembak warga sipil.

Di kota Hpa-an di negara bagian Karen timur, para pemuda menyemprotkan cat merah di jalan, memberikan penghormatan tiga jari yang dipinjam dari buku dan film 'Hunger Games' dan telah menjadi simbol gerakan tersebut.

Hari Selasa juga terjadi aksi unjuk rasa di kota terbesar kedua Mandalay, serta di Karen, dan negara bagian Kachin di utara. 

Di selatan kota Dawei, ratusan orang berbaris damai membawa bunga padauk kuning, biasanya terkait dengan festival air tahun baru Myanmar yang dimulai minggu depan. AFP PHOTO/Eindu Youths

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif