Istanbul: Di pintu masuk Masjid Dedeman, Istanbul, rak-rak yang biasanya diperuntukkan untuk sepatu jemaah, kini penuh dengan paket pasta, botol minyak, biskuit, seperti layaknya supermarket.
Tetapi barang-barang tersebut tidak untuk dijual, sebaliknya dibagikan kepada warga yang membutuhkan yang terdampak oleh pandemi virus korona (covid-19.
Tulisan di jendela masjid meminta siapa pun bisa meletakkan barang-barang kebutuhan pokok, sementara mereka yang membutuhkan bisa mengambilnya.
Abdulsamet Cakir, 33, imam Masjid Dedeman di Distrik Sariyer, mengemukakan gagasan untuk menjangkau kaum miskin melalui tempat ibadah setelah Turki untuk sementara melarang salat berjamaah di masjid-masjid hingga risiko wabah berlalu.
Seperti diketahui, korban tewas resmi Turki dari virus itu sekarang berada di 2.259 setelah 119 kematian lainnya dilaporkan pada hari Selasa, 21 April 2020, dan kota-kota besar termasuk Istanbul menjalani lockdown selama empat hari mulai Kamis, 23 April 2020.
"Setelah pelarangan salat berjamaah, saya punya ide untuk menghidupkan kembali masjid kami dengan menyatukan orang-orang kaya dengan orang-orang yang membutuhkan," kata Cakir.
"Setelah pandemi coronavirus, kami telah memikirkan apa yang bisa kami lakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata Cakir, yang sudah membantu orang miskin di lingkungannya sebelum wabah.
Cakir menggantung daftar di dinding masjid tempat warga yang membutuhkan bantuan untuk menuliskan nama dan nomor telepon mereka.
Imam itu kemudian mengirimkan daftar itu ke pihak berwenang setempat untuk memeriksa apakah nama-nama itu benar-benar membutuhkan, dan timnya kemudian mengirim pesan bahwa mereka dapat mengunjungi masjid dan mengambil apa pun yang mereka butuhkan, maksimal delapan item.
"Saya benar-benar membutuhkan. Suami saya tidak bekerja. Saya dulu bekerja sebagai pembersih rumah, tetapi karena virus mereka tidak lagi menelepon," Guleser Ocak, 50. "Saya menulis nama saya di daftar sebelumnya. Saya menerima pesan hari ini untuk mengambil bantuan," katanya. "Kami berada dalam situasi yang sulit." AFP PHOTO/Bulent Kilic Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News