Sejumlah warga suku Amazon di Brasil menentang perintah pengadilan dan melanjutkan pemblokiran jalan raya utama melalui hutan hujan Amazon, pada Selasa, 18 Agustus 2020 waktu setempat. Mereka menuntut bantuan melawan virus korona baru dan diakhirinya penambangan ilegal dan deforestasi.
Sejumlah warga suku Amazon di Brasil menentang perintah pengadilan dan melanjutkan pemblokiran jalan raya utama melalui hutan hujan Amazon, pada Selasa, 18 Agustus 2020 waktu setempat. Mereka menuntut bantuan melawan virus korona baru dan diakhirinya penambangan ilegal dan deforestasi.
Mengacungkan busur dan mengenakan hiasan kepala bulu tradisional dan cat tubuh, puluhan pengunjuk rasa dari kelompok etnis Kayapo Mekranoti tersebut telah memblokade jalan raya BR-163 yang melalui hutan hujan Amazon sejak Senin, 17 Agustus 2020 pagi.
Mengacungkan busur dan mengenakan hiasan kepala bulu tradisional dan cat tubuh, puluhan pengunjuk rasa dari kelompok etnis Kayapo Mekranoti tersebut telah memblokade jalan raya BR-163 yang melalui hutan hujan Amazon sejak Senin, 17 Agustus 2020 pagi.
Mereka secara singkat mencabut penghalang jalan pada Selasa sore setelah hakim federal memerintahkan mereka untuk mengizinkan lalu lintas lewat.
Hal itu mereka lakukan demi alasan kemanusiaan, karena beberapa pengemudi truk yang terjebak dalam antrean panjang di luar kota utara Novo Progresso memiliki kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan.
Mereka secara singkat mencabut penghalang jalan pada Selasa sore setelah hakim federal memerintahkan mereka untuk mengizinkan lalu lintas lewat. Hal itu mereka lakukan demi alasan kemanusiaan, karena beberapa pengemudi truk yang terjebak dalam antrean panjang di luar kota utara Novo Progresso memiliki kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan.
Selasa malam, mereka melanjutkan pemblokiran jalan, bersumpah untuk tetap tinggal sampai pihak berwenang setuju untuk membahas tuntutan mereka.
Selasa malam, mereka melanjutkan pemblokiran jalan, bersumpah untuk tetap tinggal sampai pihak berwenang setuju untuk membahas tuntutan mereka.
Jalan raya, yang dibangun selama kediktatoran militer Brasil (1964-1985) untuk mengembangkan wilayah Amazon, tersebut telah sepenuhnya diaspal awal tahun ini. Para pengunjuk rasa mengatakan proyek tersebut merusak lingkungan sekitar dan menuntut kompensasi.
Jalan raya, yang dibangun selama kediktatoran militer Brasil (1964-1985) untuk mengembangkan wilayah Amazon, tersebut telah sepenuhnya diaspal awal tahun ini. Para pengunjuk rasa mengatakan proyek tersebut merusak lingkungan sekitar dan menuntut kompensasi.

Suku Amazon Lanjutkan Pemblokiran Jalan

Internasional amazon brasil
19 Agustus 2020 10:12
Para State: Sejumlah warga suku Amazon di Brasil menentang perintah pengadilan dan melanjutkan pemblokiran jalan raya utama melalui hutan hujan Amazon, pada Selasa, 18 Agustus 2020 waktu setempat. Mereka menuntut bantuan melawan virus korona baru dan diakhirinya penambangan ilegal dan deforestasi.

Mengacungkan busur dan mengenakan hiasan kepala bulu tradisional dan cat tubuh, puluhan pengunjuk rasa dari kelompok etnis Kayapo Mekranoti tersebut telah memblokade jalan raya BR-163 yang melalui hutan hujan Amazon sejak Senin, 17 Agustus 2020 pagi.

Mereka secara singkat mencabut penghalang jalan pada Selasa sore setelah hakim federal memerintahkan mereka untuk mengizinkan lalu lintas lewat.
Hal itu mereka lakukan demi alasan kemanusiaan, karena beberapa pengemudi truk yang terjebak dalam antrean panjang di luar kota utara Novo Progresso memiliki kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan.

Selasa malam, mereka melanjutkan pemblokiran jalan, bersumpah untuk tetap tinggal sampai pihak berwenang setuju untuk membahas tuntutan mereka.

Jalan raya tersebut merupakan jalur penting bagi petani di jantung pertanian Brasil untuk mengirimkan jagung dan kedelai, dua komoditi ekspor utama negara itu, ke pelabuhan di Amazon dan sekitarnya.

Pada Senin malam, hakim federal Sandra Maria Correia da Silva memerintahkan para pengunjuk rasa untuk mengakhiri pemblokiran jalan, dengan alasan menghambat roda ekonomi di kawasan itu.

Hakim memberlakukan denda 10.000 real (USD1.800) sehari jika pengunjuk rasa gagal mematuhinya, dan memerintahkan polisi jalan raya federal untuk menyingkirkan blokade jika perlu.

Seorang pengacara bagi para pengunjuk rasa mengajukan banding atas keputusan pengadilan, kata Institut Kabo.

Jalan raya, yang dibangun selama kediktatoran militer Brasil (1964-1985) untuk mengembangkan wilayah Amazon, tersebut telah sepenuhnya diaspal awal tahun ini. Para pengunjuk rasa mengatakan proyek tersebut merusak lingkungan sekitar dan menuntut kompensasi.

Mereka juga menginginkan lebih banyak bantuan dari pemerintah sayap kanan Presiden Jair Bolsonaro untuk menanggapi pandemi covid-19 yang telah melanda terutama di antara kelompok-kelompok pribumi. AFP PHOTO/Joao Laet/Carl de Souza

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif