Pemandangan umum memperlihatkan rumah-rumah yang hancur setelah tropis Vicky melanda Kota Lapu-Lapu di Pulau Cebu pada Sabtu, 19 Desember 2020.
Pemandangan umum memperlihatkan rumah-rumah yang hancur setelah tropis Vicky melanda Kota Lapu-Lapu di Pulau Cebu pada Sabtu, 19 Desember 2020.
Sedikitnya dua orang tewas dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi akibat hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor melanda desa pesisir di Pulau Lapu-Lapu, Provinsi Cebu pada Jumat, 18 Desember malam.
Sedikitnya dua orang tewas dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi akibat hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor melanda desa pesisir di Pulau Lapu-Lapu, Provinsi Cebu pada Jumat, 18 Desember malam.
Foto yang diposting online oleh wali kota menunjukkan tumpukan kayu dan bambu di dekat beberapa rumah yang masih berdiri setelah daerah itu diguyur hujan lebat.
Foto yang diposting online oleh wali kota menunjukkan tumpukan kayu dan bambu di dekat beberapa rumah yang masih berdiri setelah daerah itu diguyur hujan lebat.
Sekitar 1.500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di pulau utama selatan Mindanao karena banjir melanda 13 desa, kata Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional.
Sekitar 1.500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di pulau utama selatan Mindanao karena banjir melanda 13 desa, kata Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional.

Dua Orang Tewas, Ratusan Terdampak Banjir akibat Topan Vicky Sapu Filipina

19 Desember 2020 17:27
Manila: Sedikitnya dua orang tewas dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi akibat hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor melanda kepulauan yang dilanda badai Vicky di Filipina.

"Gelombang pasang menghantam desa pesisir di Pulau Lapu-Lapu, Provinsi Cebu pada Jumat, 18 Desember malam, memusnahkan puluhan rumah dan menyebabkan sekitar 290 orang kehilangan tempat tinggal," kata Wali Kota Junard Chan di Facebook.

Foto yang diposting online oleh wali kota menunjukkan tumpukan kayu dan bambu di dekat beberapa rumah yang masih berdiri setelah daerah itu diguyur hujan lebat.

"Tim penyelamat menemukan mayat dua wanita lanjut usia ketika tanah longsor menghantam daerah Mahaplag, Provinsi Leyte sebelum fajar," kata petugas polisi Racquel Hernandez.

"Seorang anak laki-laki juga ditarik dari reruntuhan rumahnya dan dirawat karena luka-lukanya."

Sekitar 1.500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di pulau utama selatan Mindanao karena banjir melanda 13 desa, kata Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional.

Seperti diketahui, Filipina dilanda rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun, yang biasanya menggalkan panen, merobohkan rumah, dan infrastruktur di daerah yang sudah miskin.

Badai terbaru datang setelah angin topan dalam beberapa bulan terakhir melanda negara itu, menewaskan 148 orang, menghancurkan ratusan ribu rumah, menghancurkan tanaman komersial, dan meninggalkan sebagian besar negara itu tanpa listrik. AFP PHOTO/Allan Tangkawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional topan badai filipina