Produsen terbesar dunia sarung tangan lateks di Malaysia akan menutup lebih dari setengah fasilitas pabrik setelah hampir 2.500 karyawan positif Covid-19.
Produsen terbesar dunia sarung tangan lateks di Malaysia akan menutup lebih dari setengah fasilitas pabrik setelah hampir 2.500 karyawan positif Covid-19.
Perusahaan Malaysia Top Glove akan menutup 28 pabrik secara bertahap di tengah upaya menekan wabah.
Perusahaan Malaysia Top Glove akan menutup 28 pabrik secara bertahap di tengah upaya menekan wabah.
Perusahaan ini menghadapi permintaan melonjak alat perlindungan sejak awal pandemi. Namun, banyak pihak khawatir atas kondisi kerja para pekerja migran yang dibayar rendah.
Perusahaan ini menghadapi permintaan melonjak alat perlindungan sejak awal pandemi. Namun, banyak pihak khawatir atas kondisi kerja para pekerja migran yang dibayar rendah.

Ribuan Karyawan Positif Covid-19, Produsen Sarung Tangan Terbesar Dunia di Malaysia Tutup

Internasional Virus Korona malaysia virus corona covid-19
25 November 2020 13:52
Kuala Lumpur: Produsen terbesar dunia sarung tangan lateks di Malaysia akan menutup lebih dari setengah fasilitas pabrik setelah hampir 2.500 karyawan positif Covid-19.

Perusahaan Malaysia Top Glove akan menutup 28 pabrik secara bertahap di tengah upaya menekan wabah.

Perusahaan ini menghadapi permintaan melonjak alat perlindungan sejak awal pandemi. Namun, banyak pihak khawatir atas kondisi kerja para pekerja migran yang dibayar rendah.

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan pada Senin, 23 November 2020, terjadi pelonjakan kasus Covid-19 di kawasan tempat pabrik serta asrama karyawan Top Globe berada.

Sekitar 5.800 karyawan telah dites dan sejauh ini 2.453 di antara mereka positif Covid-19. AFP Photo/Mohd Rasfan

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif