Anggota polisi nasional Kolombia mengawal raja obat bius Kolombia dan kepala Klan Teluk, Dairo Antonio Usuga -alias 'Otoniel' (kedua kiri), saat proses ekstradisi ke AS, di Bogota pada Rabu, 4 Mei 2022.
Anggota polisi nasional Kolombia mengawal raja obat bius Kolombia dan kepala Klan Teluk, Dairo Antonio Usuga -alias 'Otoniel' (kedua kiri), saat proses ekstradisi ke AS, di Bogota pada Rabu, 4 Mei 2022.
Salah satu bandar narkoba paling terkenal di Kolombia diekstradisi ke Amerika Serikat, Rabu, 4 Mei 2022 waktu setempat, untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.
Salah satu bandar narkoba paling terkenal di Kolombia diekstradisi ke Amerika Serikat, Rabu, 4 Mei 2022 waktu setempat, untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba. "Saya ingin mengungkapkan bahwa kami telah mengekstradisi Dairo Antonio Usuga, alias 'Otoniel'; pengedar narkoba paling berbahaya di dunia," kata Presiden Ivan Duque di Twitter.
"Penjahat ini diekstradisi untuk menjalani hukuman penyelundupan narkoba di Amerika Serikat. Tapi saya ingin menjelaskan bahwa setelah dia menjalani hukuman, dia akan kembali ke Kolombia untuk membayar kejahatan yang dilakukan terhadap negara kitaM," ujar Duque.
Usuga, 50, adalah orang yang paling dicari di Kolombia sampai dia ditangkap Oktober lalu di barat laut negara itu menyusul operasi militer besar-besaran.
Usuga, 50, adalah orang yang paling dicari di Kolombia sampai dia ditangkap Oktober lalu di barat laut negara itu menyusul operasi militer besar-besaran.

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba 'Otoniel' ke AS

Internasional narkoba Kasus Narkoba kolombia
05 Mei 2022 08:51
Jakarta: Salah satu bandar narkoba paling terkenal di Kolombia diekstradisi ke Amerika Serikat, Rabu, 4 Mei 2022 waktu setempat, untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.

"Saya ingin mengungkapkan bahwa kami telah mengekstradisi Dairo Antonio Usuga, alias 'Otoniel'; pengedar narkoba paling berbahaya di dunia," kata Presiden Ivan Duque di Twitter.

"Penjahat ini diekstradisi untuk menjalani hukuman penyelundupan narkoba di Amerika Serikat. Tapi saya ingin menjelaskan bahwa setelah dia menjalani hukuman, dia akan kembali ke Kolombia untuk membayar kejahatan yang dilakukan terhadap negara kitaM," ujar Duque.

Usuga, 50, adalah orang yang paling dicari di Kolombia sampai dia ditangkap Oktober lalu di barat laut negara itu menyusul operasi militer besar-besaran.

Duque menggambarkan Usuga sebagai pembunuh pemimpin sosial dan polisi, pelaku kekerasan terhadap anak laki-laki, perempuan dan remaja. "Hari ini legalitas, negara hukum, pasukan keamanan dan keadilan menang," tambahnya.

Konvoi lima kendaraan polisi anti peluru membawa Usuga dari penjaranya di Bogota ke bandara militer, di mana dia diserahkan kepada pejabat Administrasi Penegakan Narkoba AS.

Gambar yang dibagikan oleh media lokal menunjukkan Usuga yang diborgol duduk di pesawat terbang bersama polisi Kolombia dan seorang pejabat Interpol.

Usuga adalah pemimpin geng perdagangan narkoba terbesar di Kolombia, yang dikenal sebagai Klan Teluk. 

Dia ditangkap di dekat perbatasan dengan Panama setelah operasi militer besar-besaran yang melibatkan 500 tentara yang didukung oleh 22 helikopter, di mana satu petugas polisi tewas.

Hal itu adalah salah satu pukulan terbesar bagi bisnis perdagangan narkoba Kolombia sejak pembunuhan Pablo Escobar pada 1993.

Usuga didakwa pada tahun 2009 di AS, yang telah menawarkan hadiah USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

AS menuduh Usuga dan Klan Teluk secara ilegal membawa setidaknya 73 ton kokain ke negara itu antara tahun 2003 dan 2012.

Klan Teluk diyakini bertanggung jawab atas 30 persen ekspor kokain dari Kolombia, produsen dan pemasok obat terbesar di dunia. AFP PHOTO/Colombian Presidency

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif