Para pelayat memakamkan korban penembakan massal di dua masjid Christchurch di Memorial Park Cemetery, Christchurch, Rabu, 20 Maret 2019.
Para pelayat memakamkan korban penembakan massal di dua masjid Christchurch di Memorial Park Cemetery, Christchurch, Rabu, 20 Maret 2019.
Dua korban serangan teror dimakamkan di sebuah pemakaman tidak jauh dari Masjid Lindood, yang menjadi target kedua serangan tempat ibadah di Christchurch. Keduanya adalah seorang pengungsi Suriah  Khaled Mustafa dan putranya, Hamza yang berusia 15 tahun.
Dua korban serangan teror dimakamkan di sebuah pemakaman tidak jauh dari Masjid Lindood, yang menjadi target kedua serangan tempat ibadah di Christchurch. Keduanya adalah seorang pengungsi Suriah Khaled Mustafa dan putranya, Hamza yang berusia 15 tahun.
Keluarga Mustafa tiba tahun lalu sebagai pengungsi di Selandia Baru untuk mencari perlindungan dari perang yang tidak berkesudahan di Suriah. Keduanya ditembak mati di Masjid Al Noor, tempat ibadah pertama yang diserang.
Keluarga Mustafa tiba tahun lalu sebagai pengungsi di Selandia Baru untuk mencari perlindungan dari perang yang tidak berkesudahan di Suriah. Keduanya ditembak mati di Masjid Al Noor, tempat ibadah pertama yang diserang.
Anak kedua Khaled, Zaid, 13, terluka tetapi selamat dan menghadiri pemakaman di atas kursi roda. Tangannya terangkat tinggi ketika berdoa di antara para pelayat.
Anak kedua Khaled, Zaid, 13, terluka tetapi selamat dan menghadiri pemakaman di atas kursi roda. Tangannya terangkat tinggi ketika berdoa di antara para pelayat.
Di antara mereka yang menghadiri pemakaman adalah Abdul Aziz, seorang pengungsi Afghanistan yang dengan berani melawan pelaku penembakan massal di Masjid Linwood. Dia dipeluk oleh banyak pelayat.
Di antara mereka yang menghadiri pemakaman adalah Abdul Aziz, seorang pengungsi Afghanistan yang dengan berani melawan pelaku penembakan massal di Masjid Linwood. Dia dipeluk oleh banyak pelayat.
Pria pendukung supremasi kulit putih asal Australia, Brenton Tarrant, 28, menembaki jemaah yang akan melaksanakan Salat Jumat di dua masjid di Christchurch, 15 Maret lalu. 50 orang meninggal dunia dalam aksi teror yang disiarkan secara langsung di media sosial oleh pelakunya tersebut.
Pria pendukung supremasi kulit putih asal Australia, Brenton Tarrant, 28, menembaki jemaah yang akan melaksanakan Salat Jumat di dua masjid di Christchurch, 15 Maret lalu. 50 orang meninggal dunia dalam aksi teror yang disiarkan secara langsung di media sosial oleh pelakunya tersebut.

Dua Korban Teroris di Masjid Selandia Baru Dimakamkan

Internasional Penembakan Selandia Baru
20 Maret 2019 08:52
Christchurch: Seorang pengungsi Suriah dan anaknya yang menjadi korban kebiadaban teroris di masjid Selandia Baru, dimakamkan di Christchurch, Rabu, 20 Maret 2019. Tercatat 50 orang tewas dalam penembakan massal di dua masjid di Christchurch, pada Jumat, 15 Maret lalu. AFP Photo/William West/Anthony Wallace/Mark Mitchell
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif