Sedikitnya 55 orang terluka, beberapa mengalami luka tembak, ketika para demonstran yang beraksi di luar gedung parlemen Thailand bentrok dengan polisi dan pengunjuk rasa pendukung kerajaan. AFP Photo/Jack Taylor
Sedikitnya 55 orang terluka, beberapa mengalami luka tembak, ketika para demonstran yang beraksi di luar gedung parlemen Thailand bentrok dengan polisi dan pengunjuk rasa pendukung kerajaan. AFP Photo/Jack Taylor
Demo di Thailand sejak Juli lalu terus berlanjut dengan tuntutan yang sama, yakni mendesak mundur Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mengubah konstitusi negara, serta mereformasi pemerintahan dan kerajaan. AFP Photo/Mladen Antonov
Demo di Thailand sejak Juli lalu terus berlanjut dengan tuntutan yang sama, yakni mendesak mundur Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mengubah konstitusi negara, serta mereformasi pemerintahan dan kerajaan. AFP Photo/Mladen Antonov
Kepolisian Thailand menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang memotong barikade kawat serta berusaha menyingkirkan barikade beton di luar gedung parlemen. AFP Photo/Mladen Antonov
Kepolisian Thailand menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang memotong barikade kawat serta berusaha menyingkirkan barikade beton di luar gedung parlemen. AFP Photo/Mladen Antonov
Merespons adanya puluhan korban luka, polisi menyangkal telah menggunakan peluru tajam atau karet. AFP Photo/Mladen Antonov
Merespons adanya puluhan korban luka, polisi menyangkal telah menggunakan peluru tajam atau karet. AFP Photo/Mladen Antonov
Ketika bentrokan pecah dan meriam air disemprotkan, para pengunjuk rasa mendekati barisan polisi dengan perisai darurat, termasuk menggunakan pelampung berbentuk bebek. AFP Photo/Mladen Antonov
Ketika bentrokan pecah dan meriam air disemprotkan, para pengunjuk rasa mendekati barisan polisi dengan perisai darurat, termasuk menggunakan pelampung berbentuk bebek. AFP Photo/Mladen Antonov
Gerakan protes di Thailand menyerukan reformasi konstitusi negara yang saat ini dinilai terlalu mengakar kepada kekuatan militer. AFP Photo/Mladen Antonov
Gerakan protes di Thailand menyerukan reformasi konstitusi negara yang saat ini dinilai terlalu mengakar kepada kekuatan militer. AFP Photo/Mladen Antonov
Protes ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan dan kerajaan Negeri Gajah Putih dalam beberapa tahun terakhir. AFP Photo/Jack Taylor
Protes ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan dan kerajaan Negeri Gajah Putih dalam beberapa tahun terakhir. AFP Photo/Jack Taylor

55 Orang Terluka Akibat Bentrokan di Luar Parlemen Thailand

Internasional politik thailand thailand Protes Thailand Prayuth Chan-ocha
18 November 2020 15:14
Bangkok: Sedikitnya 55 orang terluka, beberapa mengalami luka tembak, ketika para demonstran yang beraksi di luar gedung parlemen Thailand bentrok dengan polisi dan pengunjuk rasa pendukung kerajaan.

Demo di Thailand sejak Juli lalu terus berlanjut dengan tuntutan yang sama, yakni mendesak mundur Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mengubah konstitusi negara, serta mereformasi pemerintahan dan kerajaan.
 
Kepolisian Thailand menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang memotong barikade kawat serta berusaha menyingkirkan barikade beton di luar gedung parlemen. Merespons adanya puluhan korban luka, polisi menyangkal telah menggunakan peluru tajam atau karet.

Ketika bentrokan pecah dan meriam air disemprotkan, para pengunjuk rasa mendekati barisan polisi dengan perisai darurat, termasuk menggunakan pelampung berbentuk bebek.

Gerakan protes di Thailand menyerukan reformasi konstitusi negara yang saat ini dinilai terlalu mengakar kepada kekuatan militer. Protes ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan dan kerajaan Negeri Gajah Putih dalam beberapa tahun terakhir.
 
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di sekitar gedung parlemen dalam menekan para wakil rakyat parlemen untuk segera membahas perubahan konstitusi. Mereka juga terus mendorong agar PM Prayuth segera mundur dari kekuasaannya.
 
Pusat Medis Erawan Bangkok mengatakan, 55 orang terluka dalam bentrokan di sekitar gedung parlemn. Dari total tersebut, sebanyak 32 orang terluka akibat gas air mata, dan enam orang terkena tembakan.

Warong Dechgitvigrom, salah satu tokoh pendukung keluarga kerajaan Thailand, menilai bahwa "mengubah konstitusi dapat mengarah kepada penghapusan monarki." Ia mengaku tidak dapat membiarkan hal itu terjadi, karena monarki merupakan bagian tak terpisahkan dari Thailand. AFP Photo

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif