Seorang pria Palestina bermain dengan anak singa peliharaannya di atap rumahnya di Khan Younis, selatan Jalur Gaza pada Selasa, 10 November 2020.
Seorang pria Palestina bermain dengan anak singa peliharaannya di atap rumahnya di Khan Younis, selatan Jalur Gaza pada Selasa, 10 November 2020.
Anak singa jantan dan betina berusia 75 hari, Fathy dan Filisteen (Palestina), telah menjadi mainan bagi tetangga dari pemiliknya, pemilik toko roti Naseem Abu Jamea, meskipun para ahli hewan mengungkapkan keprihatinannya mendengar situasi tersebut.
Anak singa jantan dan betina berusia 75 hari, Fathy dan Filisteen (Palestina), telah menjadi mainan bagi tetangga dari pemiliknya, pemilik toko roti Naseem Abu Jamea, meskipun para ahli hewan mengungkapkan keprihatinannya mendengar situasi tersebut.
"Ini adalah hobi saya, saya terikat pada mereka dan saya senang memilikinya," kata Abu Jamea, 27 tahun. "Saya berharap suatu hari saya bisa memiliki kebun binatang sendiri."
Abu Jamea mengatakan dia mendapatkan anak-anak singa tersebut dari kebun binatang setempat, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut.
Abu Jamea mengatakan dia mendapatkan anak-anak singa tersebut dari kebun binatang setempat, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut.
Saat keponakan, anak saudara, dan tetangganya bermain dengan hewan tersebut, dia menepis risikonya.
Saat keponakan, anak saudara, dan tetangganya bermain dengan hewan tersebut, dia menepis risikonya. "Ketika Anda membesarkan mereka saat masih bayi, akan tumbuh harmoni antara Anda berdua dan (mereka) tidak akan menyakiti Anda," katanya.
Namun, Amir Khalil, seorang dokter hewan dari organisasi kesejahteraan dan menyelamatkan hewan di kebun binatang yang teraniaya, Four Paws, mengatakan dia khawatir mendengar tentang anak-anak singa tersebut.
Namun, Amir Khalil, seorang dokter hewan dari organisasi kesejahteraan dan menyelamatkan hewan di kebun binatang yang teraniaya, Four Paws, mengatakan dia khawatir mendengar tentang anak-anak singa tersebut.
"Saya menyarankan otoritas Gaza untuk mengambil singa-singa itu," kata Khalil. "Pada usia enam bulan seekor singa menjadi lebih berbahaya karena ukurannya semakin besar dan ototnya menjadi lebih kuat."

Pria Palestina Pelihara Anak Singa di Atap Rumahnya

Internasional palestina tennis wta singapura satwa langka satwa dilindungi
14 November 2020 09:26
Jalur Gaza: Di atap blok apartemen di salah satu kota paling padat di Gaza, dua anak singa berkeliaran di antara tangki air dan makan ayam yang disembelih, saat anak-anak tengah berfoto selfie.

Sungguh pemandangan yang aneh bahkan di Jalur Gaza yang dilanda perang yang telah menjadi terbiasa dengan hal yang tidak biasa.

Anak singa jantan dan betina berusia 75 hari, Fathy dan Filisteen (Palestina), telah menjadi mainan bagi tetangga dari pemiliknya, pemilik toko roti Naseem Abu Jamea, meskipun para ahli hewan mengungkapkan keprihatinannya mendengar situasi tersebut.

"Ini adalah hobi saya, saya terikat pada mereka dan saya senang memilikinya," kata Abu Jamea, 27 tahun. "Saya berharap suatu hari saya bisa memiliki kebun binatang sendiri."

Abu Jamea mengatakan dia mendapatkan anak-anak singa tersebut dari kebun binatang setempat, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Saat keponakan, anak saudara, dan tetangganya bermain dengan hewan tersebut, dia menepis risikonya.

"Ketika Anda membesarkan mereka saat masih bayi, akan tumbuh harmoni antara Anda berdua dan (mereka) tidak akan menyakiti Anda," katanya.

Namun, Amir Khalil, seorang dokter hewan dari organisasi kesejahteraan dan menyelamatkan hewan di kebun binatang yang teraniaya, Four Paws, mengatakan dia khawatir mendengar tentang anak-anak singa tersebut.

"Saya menyarankan otoritas Gaza untuk mengambil singa-singa itu," kata Khalil. "Pada usia enam bulan seekor singa menjadi lebih berbahaya karena ukurannya semakin besar dan ototnya menjadi lebih kuat."

Khalil juga mengkhawatirkan kesejahteraan anak-anak singa itu sendiri.

“Memelihara singa di rumah bisa membuat mereka kehilangan kesehatan, cukup makanan dan perawatan medis, serta bisa mengakibatkan masalah kesehatan yang akut. Terutama pada otot, persendian, dan tulang,” katanya.

Ditanya tentang anak singa itu, Hassan Azzam, Direktur Layanan Hewan di Kementerian Pertanian Gaza, mengatakan mereka tidak menerima keluhan, tetapi kementerian bermaksud untuk menyelidiki.

"Hukum Palestina tidak mengizinkan memelihara hewan liar di rumah penduduk," katanya. "Hewan liar harus dipelihara di kebun binatang yang layak." AFP PHOTO/Said Khatib

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif