Jalalabad: Sedikitnya 15 orang tewas ketika ribuan warga Afghanistan berdesakan untuk mengantre mengajukan visa di luar gedung konsulat Pakistan pada Selasa, 20 Oktober 2020.
"Para pemohon visa berdesakan untuk mengambil tanda bukti (token) dari petugas konsulat. Kerumunan tersebut menjadi diluar kendali hingga mengakibatkan kericuhan," kata pejabat Kota Jalalabad.
Banyak orang terinjak-injak saat mereka mencoba keluar dari stadion di Jalalabad. "Diperkirakan sekitar 3.000 warga Afghanistan berkumpul dalam antrean di ruang terbuka tersebut, menunggu untuk mendapatkan token yang diperlukan untuk mengajukan visa," kata pejabat provinsi.
Sohrab Qaderi, anggota dewan provinsi menyebut bahwa 11 dari 15 korban tewas merupakan perempuan, sementara sejumlah warga lansia juga mengalami luka-luka.
Sementara ini belum ada keterangan resmi dari Kedutaan Besar Pakistan di Kabul, Ibu Kota Afghanistan terkait peristiwa maut tersebut.
Setiap tahunnya, puluhan ribu warga Afghanistan pergi ke Pakistan untuk berbagai tujuan, seperti menjalani perawatan medis, melanjutkan pendidikan, hingga bekerja. Kedua negara tersebut dipisahkan oleh perbatasan sejauh hampir 2.600 kilometer.
Pakistan sendiri menaungi sekitar tiga juta pengungsi Afghanistan dan migran ekonomi yang lari dari kekerasan, persekusi terkait agama, dan juga kemiskinan di negara konflik tersebut. AFP PHOTO/Noorullah Shirzada Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News