Beirut: Ledakan dahsyat mengguncang kawasan pelabuhan di Kota Beirut, Libanon, Selasa, 4 Agustus 2020 petang waktu setempat. Ledakan yang diduga berasal dari gudang berisi 2.750 ton amonium nitrat tersebut mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas, 4.000 lainnya mengalami luka-luka, serta sekitar 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Dahsyatnya ledakan menimbulkan kawah besar yang berdiameter sekitar 124 meter dan juga membuat guncangannya terasa hingga ke Kepulauan Cyprus yang berjarak sekitar 240 km dari lokasi.
Kejadian ini merupakan ledakan terhebat di Beirut, yang pernah menjadi ajang pertempuran dalam perang sipil pada 1975-1990 dan konflik berkepanjangan dengan Israel serta serangan teror bom.
Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan lebih dari 300 ribu orang kini kehilangan rumah. Nilai total kerusakan diperkirakan mencapai hingga USD5 miliar (sekitar Rp73 triliun). "Kami terus berupaya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal sementara bagi para korban," ujarnya.
Berikut potret Beirut sebelum dan pascaledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2020. AFP PHOTO/Cnes/Russian Space Agency Roscosmos/Satellite image ©2020 Maxar Technologies/Joseph Eid/Gaby Salem Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News