Teheran: Ledakan di sebuah pabrik di selatan ibukota Iran, Teheran, Selasa, 7 Juli 2020 menewaskan sedikitnya dua orang. Peristiwa tersebut diduga karena human error dan yang terbaru dalam serangkaian ledakan di republik Islam itu.
Kantor berita resmi IRNA mengatakan bahwa tiga orang lagi cedera dalam ledakan sebelum fajar, beberapa hari setelah kecelakaan menyebabkan kerusakan besar di sebuah kompleks nuklir.
Ledakan Selasa di zona industri di Baqershahr, 23 kilometer (14 mil) dari Teheran, disebabkan oleh para pekerja lalai saat mengisi tangki oksigen, kata petugas berwenang mengutip gubernur kota itu. "Ledakan itu ... sangat kuat sehingga dinding pabrik Saipapress di dekatnya juga hancur total," kata Amin Babai, tanpa memberikan rincian tentang fungsi pabrik.
Insiden itu terjadi di dalam pabrik Oxijen pada pukul 3:03 waktu setempat (2233 GMT Senin), seorang juru bicara layanan darurat mengatakan kepada AFP, sembari menambahkan bahwa dua dari mereka yang terluka telah dirawat di rumah sakit.
Babai mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran telah berada di tempat kejadian tak lama setelah ledakan dan mencegah kebakaran dan ledakan lebih lanjut.
Peristiwa itu adalah yang terbaru dari serangkaian ledakan yang menghantam wilayah Teheran dan situs nuklir utama dalam dua minggu terakhir.
Pada 30 Juni, sebuah ledakan dahsyat menghantam sebuah pusat kesehatan di lingkungan kelas atas di Teheran utara, menewaskan 19 orang dan merusak bangunan di dekatnya.
Itu terjadi beberapa hari setelah ledakan tangki gas di dekat sebuah kompleks militer di timur ibukota, yang menurut pihak berwenang tidak menimbulkan korban.
Kemudian pada 2 Juli, badan energi atom negara itu melaporkan bahwa kecelakaan telah merusak gudang yang sedang dibangun di situs nuklir Natanz, sekitar 250 kilometer (150 mil) selatan Teheran. Kemudian dikatakan ada kerusakan signifikan di kompleks itu, salah satu pabrik pengayaan uranium utama negara itu.
Organisasi Energi Atom Iran pada Selasa membantah tuduhan palsu oleh elemen kontra-revolusioner di media ledakan di pabrik nuklir lain di Ardakan sekitar 450 kilometer tenggara Teheran. "Tidak ada yang terjadi di pabrik produksi kue kuning," katanya dalam sebuah pernyataan. AFP PHOTO/Mehdi Khanlari Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News