Pemandangan udara dari penjara di Tulua, Departemen Valle del Cauca, Kolombia, pada 28 Juni 2022, setelah beberapa tahanan meninggal ketika narapidana kerusuhan membakar penjara untuk mencoba mencegah polisi memasuki sel mereka.
Pemandangan udara dari penjara di Tulua, Departemen Valle del Cauca, Kolombia, pada 28 Juni 2022, setelah beberapa tahanan meninggal ketika narapidana kerusuhan membakar penjara untuk mencoba mencegah polisi memasuki sel mereka.
Sedikitnya 51 narapidana meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera setelah kebakaran terjadi selama kerusuhan penjara di Kolombia barat daya, Selasa, 28 Juni 2022 waktu setempat.
Sedikitnya 51 narapidana meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera setelah kebakaran terjadi selama kerusuhan penjara di Kolombia barat daya, Selasa, 28 Juni 2022 waktu setempat.
"Tragedi itu terjadi ketika narapidana yang tengah berkelahi membakar barang-barang untuk mencoba mencegah polisi memasuki sel mereka di penjara di kota Tulua," kata Tito Castellanos, direktur Lembaga Pemasyarakatan dan Penjara Nasional (INPEC).
Penjara yang menampung lebih dari 1.200 narapidana tersebut kini dikelilingi oleh polisi dan tentara untuk meredakan kerusukan.
Penjara yang menampung lebih dari 1.200 narapidana tersebut kini dikelilingi oleh polisi dan tentara untuk meredakan kerusukan.
Di luar penjara, puluhan anggota keluarga berkumpul berharap mendapatkan informasi tentang orang yang mereka cintai. Seorang petugas penjara memberikan daftar awal orang-orang yang selamat kepada mereka yang menunggu.
Di luar penjara, puluhan anggota keluarga berkumpul berharap mendapatkan informasi tentang orang yang mereka cintai. Seorang petugas penjara memberikan daftar awal orang-orang yang selamat kepada mereka yang menunggu.

Tragis! 51 Napi Meninggal dalam Kerusuhan dan Kebakaran Penjara di Kolombia

29 Juni 2022 09:25
Jakarta: Sedikitnya 51 narapidana meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera setelah kebakaran terjadi selama kerusuhan penjara di Kolombia barat daya, Selasa, 28 Juni 2022 waktu setempat.

"Tragedi itu terjadi ketika narapidana yang tengah berkelahi membakar barang-barang untuk mencoba mencegah polisi memasuki sel mereka di penjara di kota Tulua," kata Tito Castellanos, direktur Lembaga Pemasyarakatan dan Penjara Nasional (INPEC).

"Dengan membakar kasur, mereka tidak memperkirakan apa konsekuensinya dan sayangnya ini terjadi," kata Castellanos kepada Radio RCN.

Dia mengatakan, kobaran api telah berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

"Sayangnya 51 tahanan meninggal dan 24 lainnya terluka. Enam korban luka-luka tetap di unit perawatan intensif di Tulua," kata Menteri Kehakiman Wilson Ruiz kepada W Radio.

Penjara yang menampung lebih dari 1.200 narapidana tersebut kini dikelilingi oleh polisi dan tentara untuk meredakan kerusukan.

Di luar penjara, puluhan anggota keluarga berkumpul berharap mendapatkan informasi tentang orang yang mereka cintai. Seorang petugas penjara memberikan daftar awal orang-orang yang selamat kepada mereka yang menunggu.

"Saya tidak tahu apa-apa, INPEC tidak akan membiarkan kami masuk," kata Maria Eugenia Rojas sambil menangis, yang putranya Luis Miguel Rojas adalah seorang narapidana di paviliun tempat kerusuhan itu terjadi.

Lorena, yang tidak menyebutkan nama keluarganya, mengatakan kepada surat kabar El Tiempo bahwa dia telah berbicara dengan rekan narapidananya saat fajar.

"Tampaknya tidak masuk akal bagi saya bahwa orang-orang yang berada di dalam gedung akan membakar kasur karena mengetahui bahwa mereka bisa saja terbakar," katanya. AFP PHOTO

(WWD)

Internasional kerusuhan penjara penjara kolombia

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif