Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun menjadi korban serangan udara Israel di Jalur Gaza, Jumat, 14 Mei malam. Butheina meninggal karena terkena pecahan peluru dari rudal Israel yang ditembakkan dari pesawat tempur di dekat rumah keluarganya di Kota Jabalia, utara Jalur Gaza.
Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun menjadi korban serangan udara Israel di Jalur Gaza, Jumat, 14 Mei malam. Butheina meninggal karena terkena pecahan peluru dari rudal Israel yang ditembakkan dari pesawat tempur di dekat rumah keluarganya di Kota Jabalia, utara Jalur Gaza.
Sang ayah, Mahmoud Obeid sangat terpukul dengan kepergian putri kecilnya tersebut.
Sang ayah, Mahmoud Obeid sangat terpukul dengan kepergian putri kecilnya tersebut.
Dia tidak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah putrinya terbujur kaku di kamar mayat Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia.
Dia tidak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah putrinya terbujur kaku di kamar mayat Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia.
Mahmoud Obeid kemudian menggendong putrinya tersebut untuk dibawa pulang, diiringi anggota keluarga yang lainnya.
Mahmoud Obeid kemudian menggendong putrinya tersebut untuk dibawa pulang, diiringi anggota keluarga yang lainnya.

Duka Seorang Pria Ambil Jenazah Putrinya di RS Indonesia Beit Lahia

Internasional Palestina israel palestina Israel
15 Mei 2021 17:41
Jalur Gaza: Israel terus melancarkan serangan sporadis ke Jalur Gaza. Korban meninggal secara keseluruhan di Gaza sejak Senin, 10 Mei 2021 hingga saat ini mencapai 130, lebih dari 30 di antaranya adalah anak-anak.

Korban meninggal di antaranya adalah seorang anak perempuan berusia tujuh tahun. Butheina meninggal karena terkena pecahan peluru dari rudal Israel yang ditembakkan dari pesawat tempur di dekat rumah keluarganya di Kota Jabalia, utara Jalur Gaza, Jumat, 14 Mei 2021 malam.

Sang ayah, Mahmoud Obeid sangat terpukul dengan kepergian putri kecilnya tersebut. Dia tidak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah putrinya terbujur kaku di kamar mayat Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia.

Mahmoud Obeid kemudian menggendong putrinya tersebut untuk dibawa pulang, diiringi anggota keluarga yang lainnya.

Korban meninggal secara keseluruhan di Gaza akibat serangan Israel sejak Senin, 10 Mei 2021 hingga saat ini telah mencapai 130, lebih dari 30 di antaranya adalah anak-anak. Sementara sekitar 950 orang terluka.

Mesir telah membuka perbatasan Rafah dengan Gaza pada Sabtu, 15 Mei 2021, untuk mengizinkan 10 ambulans yang membawa warga Palestina yang terluka parah untuk dirawat di rumah sakit Mesir.

Pengeboman oleh Israel di Gaza dimulai pada Senin setelah penguasa Islam di wilayah itu, Hamas, menembakkan roket ke arah Yerusalem sebagai tanggapan atas tindakan polisi Israel yang berdarah di kompleks masjid Al-Aqsa yang dianeksasi di Yerusalem timur.

Lebih dari 2.000 roket telah ditembakkan ke Israel sejak itu, menewaskan sembilan orang, termasuk seorang anak dan seorang tentara. Lebih dari 560 orang terluka.

Pada Jumat dari pukul 19.00 hingga Sabtu pukul 07.00 waktu setempat, sekitar 200 roket ditembakkan ke Israel selatan, lebih dari 100 di antaranya dicegat oleh pertahanan udara.

Israel menanggapi serangan itu dengan melancarkan hampir 800 target, termasuk serangan besar-besaran pada hari Jumat di jaringan terowongan Hamas yang digali di bawah wilayah sipil. Blok menara dan bangunan bertingkat lainnya telah diratakan.

Sekitar 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah di dekat perbatasan Israel karena takut akan serangan darat, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Mereka berlindung di sekolah, masjid, dan tempat lain selama pandemi covid-19 global dengan akses terbatas ke air, makanan, kebersihan, dan layanan kesehatan," kata koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan, Lynn Hastings. AFP PHOTO/Mohammed Abed

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif