New Delhi: Kementerian Kesehatan India mencatat tambahan 4.454 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga Senin, 24 Mei 2021, yang menjadikan totalnya sejauh ini mencapai 303.720. Padahal sejak tiga hari terakhir, angka kematian harian Covid-19 di India berada di bawah 4.000.
Dalam periode yang sama, Kemenkes India mencatat tambahan 222.315 kasus Covid-19 yang menjadikan totalnya menyentuh angka 26.752.447.
Kasus aktif Covid-19 di India terus menurun selama 11 hari berturut-turut, dan hingga Senin ini mencapai 2.720.716 atau berkisar 10 persen dari total infeksi. Sementara untuk pasien sembuh Covid-19, Kemenkes India mencatat angka totalnya kini mencapai 23.728.011, atau berkisar 88,69 persen.
Dalam upaya meredam lebih lanjut kasus harian Covid-19, sebagian besar negara bagian di India memberlakukan jam malam serta penguncian (lockdown), baik berskala penuh maupun parsial.
Program vaksinasi Covid-19 di India telah dimulai sejak 16 Januari, dan lebih dari 195 dosis vaksin telah diberikan kepada warga di seantero negeri.
Sepanjang Sabtu kemarin, India telah menyuntikkan total 1.604.542 vaksin Covid-19 ke warga di sejumlah negara bagian.
Pemerintah India mengklaim tren kasus menurun. Namun, para ahli meragukan keabsahan data tersebut karena tingkat kematian masih tinggi. Menurut mereka, penambahan jumlah kasus sebenarnya masih tinggi.
Selain dihantam gelombang kedua pandemi Covid-19, India juga tengah menghadapi infeksi kasus jamur hitam. Jika menginfeksi pasien Covid-19, jamur hitam tersebut dapat memperparah keadaan.
Menurut beberapa ahli kedokteran, infeksi jamur hitam disebabkan oleh penggunaan steroid yang cukup tinggi dalam pengobatan pasien Covid-19.
Di negara bagian Maharashtra, tercatat 2.000 kasus jamur hitam. Sementara itu di Gujarat, sampai saat ini ada 1.200 orang yang terinfeksi. AFP Photo/Money Sharma/Arun Sankar/Narinder Nanu/Sanjay Kanojia Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News