Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic menerima suntikan covid-19 pertama di negara tersebut pada Kamis, 24 Desember 2020. Hal itu dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksinasi.
Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic menerima suntikan covid-19 pertama di negara tersebut pada Kamis, 24 Desember 2020. Hal itu dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksinasi.
Beberapa dokter dan pejabat tinggi lainnya juga menerima suntikan Pfizer-BioNTech, yang selanjutnya akan disalurkan ke panti jompo di negara bagian Balkan, salah satu yang pertama di Eropa yang memulai vaksinasi.
Beberapa dokter dan pejabat tinggi lainnya juga menerima suntikan Pfizer-BioNTech, yang selanjutnya akan disalurkan ke panti jompo di negara bagian Balkan, salah satu yang pertama di Eropa yang memulai vaksinasi.
"Hari ini adalah hari untuk tersenyum ... hari yang menandai awal dari akhir virus korona," kata Brnabic kepada pers setelah menerima suntikannya.
"Warga Serbia semua akan divaksin," kata Brnabic, seraya menambahkan bahwa sebagian besar stok vaksin akan berasal dari raksasa farmasi Tiongkok Sinopharm, yang dia harapkan akan diterima oleh Presiden Aleksandar Vucic.

Perdana Menteri Jadi Orang Pertama yang Divaksin Covid-19 di Serbia

Internasional Virus Korona serbia covid-19 vaksin covid-19
26 Desember 2020 06:52
Beograd: Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic menerima suntikan covid-19 pertama di negara tersebut pada Kamis, 24 Desember 2020. Hal itu dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksinasi.

Beberapa dokter dan pejabat tinggi lainnya juga menerima suntikan Pfizer-BioNTech, yang selanjutnya akan disalurkan ke panti jompo di negara bagian Balkan, salah satu yang pertama di Eropa yang memulai vaksinasi.

"Hari ini adalah hari untuk tersenyum ... hari yang menandai awal dari akhir virus korona," kata Brnabic kepada pers setelah menerima suntikannya.

"Warga Serbia semua akan divaksin," kata Brnabic, seraya menambahkan bahwa sebagian besar stok vaksin akan berasal dari raksasa farmasi Tiongkok Sinopharm, yang dia harapkan akan diterima oleh Presiden Aleksandar Vucic.

Negara kandidat UE tersebut mengikuti Inggris dan Swiss dalam meluncurkan vaksin Pfizer-BioNTech, sementara negara anggota Uni Eropa akan menyusul pada hari Minggu, 27 Desember 2020.

Serbia, yang sangat ingin bergabung dengan UE tetapi juga menjaga keseimbangan hubungan dengan Moskow dan Beijing, juga berencana untuk menggunakan vaksin buatan Rusia dan Tiongkok. Regulator Serbia masih menguji vaksin Sputnik V Rusia beberapa minggu setelah kedatangannya.

Para pejabat mengatakan upaya imunisasi massal akan dilakukan pada pertengahan Januari, dengan orang tua, staf medis dan pasukan keamanan menjadi prioritas pertama di negara yang telah kehilangan lebih dari 2.800 nyawa karena virus itu.

Seperti banyak bagian dunia lainnya, Serbia dalam beberapa tahun terakhir menyaksikan kebangkitan gerakan vokal anti-vaksinasi. Sebuah survei pada bulan Oktober menemukan bahwa hampir setengah dari responden tidak berniat untuk mendapatkan vaksin covid-19. AFP PHOTO/Serbian Government/Andrej Isakovic

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif