Jalur Gaza: Israel terus melancarkan serangan sporadis ke Jalur Gaza. Terbaru, sebuah keluarga yang terdiri dari 10 orang meninggal dalam serangan udara Israel, Sabtu, 15 Mei 2021 pagi.
Delapan anak dan dua perempuan, semuanya adalah anggota keluarga Abu Hatab meninggal setelah bangunan tiga lantai di kamp pengungsi Shanti runtuh akibat serangan udara Israel.
Korban meninggal secara keseluruhan di Gaza sejak Senin, 10 Mei 2021 hingga saat ini telah mencapai 130, lebih dari 30 di antaranya adalah anak-anak. Sementara sekitar 950 orang terluka.
Mesir telah membuka perbatasan Rafah dengan Gaza pada Sabtu, 15 Mei 2021, untuk mengizinkan 10 ambulans yang membawa warga Palestina yang terluka parah untuk dirawat di rumah sakit Mesir.
Pengeboman oleh Israel di Gaza dimulai pada Senin setelah penguasa Islam di wilayah itu, Hamas, menembakkan roket ke arah Yerusalem sebagai tanggapan atas tindakan polisi Israel yang berdarah di kompleks masjid Al-Aqsa yang dianeksasi di Yerusalem timur.
Lebih dari 2.000 roket telah ditembakkan ke Israel sejak itu, menewaskan sembilan orang, termasuk seorang anak dan seorang tentara. Lebih dari 560 orang terluka.
Pada Jumat dari pukul 19.00 hingga Sabtu pukul 07.00 waktu setempat, sekitar 200 roket ditembakkan ke Israel selatan, lebih dari 100 di antaranya dicegat oleh pertahanan udara.
Israel menanggapi serangan itu dengan melancarkan hampir 800 target, termasuk serangan besar-besaran pada hari Jumat di jaringan terowongan Hamas yang digali di bawah wilayah sipil. Blok menara dan bangunan bertingkat lainnya telah diratakan.
Sekitar 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah di dekat perbatasan Israel karena takut akan serangan darat, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Mereka berlindung di sekolah, masjid, dan tempat lain selama pandemi covid-19 global dengan akses terbatas ke air, makanan, kebersihan, dan layanan kesehatan," kata koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah pendudukan, Lynn Hastings. AFP PHOTO/Mahmud Hams Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News