Pekerja tengah memberikan sentuhan akhir pada pesawat Boeing 707 yang akan diubah fungsinya menjadi sebuah restoran.
Pekerja tengah memberikan sentuhan akhir pada pesawat Boeing 707 yang akan diubah fungsinya menjadi sebuah restoran.
Saudara kembar asal Palestina mengubah sebuah pesawat Boeing 707 dinonaktifkan untuk menyiapkannya lepas landas jenis baru, yaitu sebagai restoran.
Saudara kembar asal Palestina mengubah sebuah pesawat Boeing 707 dinonaktifkan untuk menyiapkannya lepas landas jenis baru, yaitu sebagai restoran.
Saudara kembar berusia 60 tahun Atallah dan Khamis al-Sairafi, 60, berharap untuk menyambut pelanggan pertama mereka dalam beberapa minggu ke depan di lokasi di daerah pegunungan terpencil dekat Nablus.
Saudara kembar berusia 60 tahun Atallah dan Khamis al-Sairafi, 60, berharap untuk menyambut pelanggan pertama mereka dalam beberapa minggu ke depan di lokasi di daerah pegunungan terpencil dekat Nablus.
Di dalam kabin jet tua tersebut kursi telah dilucuti dan kaca jendela dilepas. Meja akan segera dipasang di badan pesawat yang telah dicat putih dengan lantai kayu laminasi.
Di dalam kabin jet tua tersebut kursi telah dilucuti dan kaca jendela dilepas. Meja akan segera dipasang di badan pesawat yang telah dicat putih dengan lantai kayu laminasi.
Mereka berencana untuk menyebut restoran bertema penerbangan mereka yang dihiasi dengan bendera Palestina dan Yordania itu 'The Palestinian-Jordanian Airline Restaurant and Coffee Shop Al-Sairafi Nablus'.
Mereka berencana untuk menyebut restoran bertema penerbangan mereka yang dihiasi dengan bendera Palestina dan Yordania itu 'The Palestinian-Jordanian Airline Restaurant and Coffee Shop Al-Sairafi Nablus'.
"Kami akan mulai dengan menyediakan hookah," kata Khamis, bagi orang-orang yang menikmati merokok tembakau melalui pipa air, sebelum kemudian memperluas bisnis ke ruang acara. "Kokpit akan menjadi tempat yang cocok untuk pengantin baru yang datang kepada kami untuk upacara pernikahan mereka."

Saudara Kembar Palestina Sulap Boeing 707 Jadi Restoran

08 Juli 2021 22:48
Tepi Barat: Saudara kembar asal Palestina mengubah sebuah pesawat Boeing 707 dinonaktifkan untuk menyiapkannya lepas landas jenis baru, yaitu sebagai restoran.

Saudara kembar berusia 60 tahun Atallah dan Khamis al-Sairafi, 60, berharap untuk menyambut pelanggan pertama mereka dalam beberapa minggu ke depan di lokasi di daerah pegunungan terpencil dekat Nablus.

Di dalam kabin jet tua tersebut kursi telah dilucuti dan kaca jendela dilepas. Meja akan segera dipasang di badan pesawat yang telah dicat putih dengan lantai kayu laminasi.

Mereka berencana untuk menyebut restoran bertema penerbangan mereka yang dihiasi dengan bendera Palestina dan Yordania itu 'The Palestinian-Jordanian Airline Restaurant and Coffee Shop Al-Sairafi Nablus'.

"Kami akan mulai dengan menyediakan hookah," kata Khamis, bagi orang-orang yang menikmati merokok tembakau melalui pipa air, sebelum kemudian memperluas bisnis ke ruang acara. "Kokpit akan menjadi tempat yang cocok untuk pengantin baru yang datang kepada kami untuk upacara pernikahan mereka."

Atallah mengatakan dia dan saudaranya bekerja sebagai pedagang besi tua dua dekade lalu ketika dia mengetahui tentang pesawat penumpang era 1980-an ada di dekat Kiryat Shmona, Israel utara.

Mereka kemudian membelinya pada 1999, meskipun tidak ada bandara di Wilayah Palestina. Jika penduduk Palestina ingin terbang ke luar negeri biasanya mereka melalui Yordania.

Ata dan Khamis kemudian bernegosiasi dengan pemiliknya yang kemudian menjualnya seharga USD100 ribu (sekitar Rp1,5 miliar), tanpa mesin.

"Setelah kami membelinya, kami harus memindahkannya dari Israel yang merupakan proses yang rumit," kata Ata.

Si kembar kemudian membayar perusahaan Israel sebesar USD20 ribu untuk memindahkan pesawat ke Tepi Barat. Pemindahan pesawat memakan waktu selama 13 jam yang dikoordinasikan antara pihak Israel dan Palestina. 

Jalan-jalan utama ditutup sehingga pesawat dapat diletakkan di atas truk derek raksasa, dengan sayap terpisah untuk dibawa ke lokasi saat ini.

“Banyak media meliputnya, dan polisi Israel turun tangan untuk mengatur pemindahan itu,” kenang Khamis. 

"Kami menerima pesawat, yang berasal dari tahun 1980-an, tanpa peralatan apa pun yang memungkinkannya terbang," kata Ata. AFP PHOTO/Jaafar Ashtiyeh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional Palestina restoran Pesawat Jatuh Israel