Petugas terus melakukan evakuasi terhadap puluhan korban tewas akibat longsor yang menimpa tambang giok di Myanmar, Kamis, 2 Juli 2020. Para petugas kesulitan mengevakuasi para korban karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut.
Petugas terus melakukan evakuasi terhadap puluhan korban tewas akibat longsor yang menimpa tambang giok di Myanmar, Kamis, 2 Juli 2020. Para petugas kesulitan mengevakuasi para korban karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut.
Bencana longsor melanda setelah hujan deras mengguyur tambang terbuka di negara bagian Kachin, dekat dengan perbatasan Tiongkok, tempat miliaran dolar batu giok diyakini disisir setiap tahun dari lereng bukit yang kosong tersebut.
Bencana longsor melanda setelah hujan deras mengguyur tambang terbuka di negara bagian Kachin, dekat dengan perbatasan Tiongkok, tempat miliaran dolar batu giok diyakini disisir setiap tahun dari lereng bukit yang kosong tersebut.
Curahan hujan deras mengakibatkan sepotong gunung runtuh dan mengirimkan semburan lumpur ke danau. Seketika para pekerja berlari menyelamatkan diri. Banyak korban yang tidak bisa menyelamatkan diri dan terkubur lumpur di danau.
Curahan hujan deras mengakibatkan sepotong gunung runtuh dan mengirimkan semburan lumpur ke danau. Seketika para pekerja berlari menyelamatkan diri. Banyak korban yang tidak bisa menyelamatkan diri dan terkubur lumpur di danau. "Ada begitu banyak orang yang mengambang di air," kata seorang warga.
Petugas penyelamat, termasuk pemadam kebakaran, dan polisi setempat, bekerja sepanjang hari di bawah hujan deras untuk menarik puluhan dari sebuah danau berlumpur.
Petugas penyelamat, termasuk pemadam kebakaran, dan polisi setempat, bekerja sepanjang hari di bawah hujan deras untuk menarik puluhan dari sebuah danau berlumpur. "Pada pukul 19:15, 162 mayat ditemukan," kata departemen itu, menambahkan bahwa 54 orang terluka dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Tubuh penambang yang berlumuran lumpur dan berlumuran darah diletakkan di tanah dengan dibungkus terpal, sementara beberapa sepatu hilang karena kekuatan terjangan lumpur yang menimpa mereka.
Tubuh penambang yang berlumuran lumpur dan berlumuran darah diletakkan di tanah dengan dibungkus terpal, sementara beberapa sepatu hilang karena kekuatan terjangan lumpur yang menimpa mereka.

Sulitnya Proses Evakuasi Korban Tewas Longsor Tambang Giok Myanmar

Internasional myanmar tambang runtuh
03 Juli 2020 09:18
Myanmar: Petugas terus melakukan evakuasi terhadap puluhan korban tewas akibat longsor yang menimpa tambang giok di Myanmar, Kamis, 2 Juli 2020. Para petugas kesulitan mengevakuasi para korban karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut.

Bencana longsor melanda setelah hujan deras mengguyur tambang terbuka di negara bagian Kachin, dekat dengan perbatasan Tiongkok, tempat miliaran dolar batu giok diyakini disisir setiap tahun dari lereng bukit yang kosong tersebut.

Curahan hujan deras mengakibatkan sepotong gunung runtuh dan mengirimkan semburan lumpur ke danau. Seketika para pekerja berlari menyelamatkan diri. Banyak korban yang tidak bisa menyelamatkan diri dan terkubur lumpur di danau. "Ada begitu banyak orang yang mengambang di air," kata seorang warga.

Petugas penyelamat, termasuk pemadam kebakaran, dan polisi setempat, bekerja sepanjang hari di bawah hujan deras untuk menarik puluhan dari sebuah danau berlumpur. "Pada pukul 19:15, 162 mayat ditemukan," kata departemen itu, menambahkan bahwa 54 orang terluka dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Bekerja melalui derasnya hujan lebat adalah sebuah tantangan, kata pengawas polisi Than Win Aung, karena hal itu dapat memicu keruntuhan tambang lainnya di medan yang tidak stabil.

"Kami tidak dapat menggali dan menemukan mayat-mayat terkubur di bawah air ... jadi kami hanya mengambil mayat-mayat yang mengambang," katanya, seraya menambahkan bahwa upaya penyelamatan akan semakin terhambat ketika malam tiba.

Tubuh penambang yang berlumuran lumpur dan berlumuran darah diletakkan di tanah dengan dibungkus terpal, sementara beberapa sepatu hilang karena kekuatan terjangan lumpur yang menimpa mereka. AFP PHOTO/Zaw Moe Htet

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif