Hatice Cengiz, tunangan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, menggugat putra mahkota Arab Saudi dan beberapa pejabat lainnya di pengadilan Amerika Serikat, atas pembunuhan mengerikan terhadap jurnalis tersebut dua tahun lalu.
Hatice Cengiz, tunangan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, menggugat putra mahkota Arab Saudi dan beberapa pejabat lainnya di pengadilan Amerika Serikat, atas pembunuhan mengerikan terhadap jurnalis tersebut dua tahun lalu.
Warga negara Turki, Cengiz dan kelompok hak asasi manusia Khashoggi yang dibentuk sebelum kematiannya, Democracy for the Arab World Now (DAWN), sedang mengejar Mohammed bin Salman dan 20 orang lainnya atas kerugian terkait pembunuhan terhadap penulis yang berbasis di AS pada 2 Oktober 2018 tersebut.
Warga negara Turki, Cengiz dan kelompok hak asasi manusia Khashoggi yang dibentuk sebelum kematiannya, Democracy for the Arab World Now (DAWN), sedang mengejar Mohammed bin Salman dan 20 orang lainnya atas kerugian terkait pembunuhan terhadap penulis yang berbasis di AS pada 2 Oktober 2018 tersebut.
Gugatan perdata yang diajukan pada Selasa, 20 Oktober 2020 waktu setempat itu, tidak menentukan besaran ganti rugi yang dituntut dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetapi menyebut 20 warga Saudi lain sebagai terdakwa.
Gugatan perdata yang diajukan pada Selasa, 20 Oktober 2020 waktu setempat itu, tidak menentukan besaran ganti rugi yang dituntut dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetapi menyebut 20 warga Saudi lain sebagai terdakwa.
Cengiz dan DAWN mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia.
Cengiz dan DAWN mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia. "Penyiksaan dan pembunuhan kejam terhadap Khashoggi mengejutkan hati nurani manusia di seluruh dunia," kata gugatan itu.
"Tujuan pembunuhan itu jelas - untuk menghentikan advokasi Tuan Khashoggi di Amerika Serikat, terutama sebagai direktur eksekutif penggugat DAWN, untuk reformasi demokrasi di dunia Arab."

Cengiz, Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Saudi

Internasional arab saudi Jamal Khashoggi Mohammed Bin Salman
21 Oktober 2020 09:31
Washington: Hatice Cengiz, tunangan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, menggugat putra mahkota Arab Saudi dan beberapa pejabat lainnya di pengadilan Amerika Serikat, atas pembunuhan mengerikan terhadap jurnalis tersebut dua tahun lalu.

Warga negara Turki, Cengiz dan kelompok hak asasi manusia Khashoggi yang dibentuk sebelum kematiannya, Democracy for the Arab World Now (DAWN), sedang mengejar Mohammed bin Salman dan 20 orang lainnya atas kerugian terkait pembunuhan terhadap penulis yang berbasis di AS pada 2 Oktober 2018 tersebut.

Gugatan perdata yang diajukan pada Selasa, 20 Oktober 2020 waktu setempat itu, tidak menentukan besaran ganti rugi yang dituntut dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetapi menyebut 20 warga Saudi lain sebagai terdakwa.

Kedutaan Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar atas gugatan tersebut. Sementara putra mahkota, yang dikenal dengan inisial MBS membantah memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Cengiz dan DAWN mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia. "Penyiksaan dan pembunuhan kejam terhadap Khashoggi mengejutkan hati nurani manusia di seluruh dunia," kata gugatan itu.

"Tujuan pembunuhan itu jelas - untuk menghentikan advokasi Tuan Khashoggi di Amerika Serikat, terutama sebagai direktur eksekutif penggugat DAWN, untuk reformasi demokrasi di dunia Arab."

Pengkritik kebijakan putra mahkota melalui kolomnya di Washington Post, Khashoggi tewas dengan jasad terpotong-potong di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Sebelumnya, Khashoggi pergi ke sana untuk mengurus surat-surat yang ia butuhkan untuk menikahi tunangannya, Cengiz.

Setelah ekspresi kemarahan global atas kasus tersebut dan tekanan dari AS serta Turki, 13 warga Saudi diadili di Riyadh dan dijatuhi hukuman penjara yang berat.

Tetapi dua pembantu utama kerajaan, yaitu wakil kepala intelijen Ahmed al-Assiri dan kepala media pengadilan kerajaan Saud al-Qahtani, dibebaskan dari tuduhan, meskipun ada hubungannya dengan pembunuhan itu. AFP PHOTO/Tiziana Fabi/Nicholas Kamm/Jim Watson/Ozan Kose/John MacDougall

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif