Anggota pasukan keamanan Saudi dan staf berjaga-jaga di sekitar Ka'bah, tempat suci umat Islam, di Masjidil Haram, Kota Suci Mekkah, pada 16 Juli 2021, menjelang dimulainya musim haji 2021.
Anggota pasukan keamanan Saudi dan staf berjaga-jaga di sekitar Ka'bah, tempat suci umat Islam, di Masjidil Haram, Kota Suci Mekkah, pada 16 Juli 2021, menjelang dimulainya musim haji 2021.
Arab Saudi akan mulai menggelar penyelenggaraan ibadah haji 1442 H pada Sabtu 17 Juli 2021. Kuota haji dibatasi hanya 60 ribu jemaah, serta dikhususkan bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana. Mereka dipilih dari lebih 500 ribu calon jamaah yang mendaftar.
Arab Saudi akan mulai menggelar penyelenggaraan ibadah haji 1442 H pada Sabtu 17 Juli 2021. Kuota haji dibatasi hanya 60 ribu jemaah, serta dikhususkan bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana. Mereka dipilih dari lebih 500 ribu calon jamaah yang mendaftar.
Kementerian Haji Saudi menyatakan, hanya orang-orang berusia antara 18 dan 65 tahun yang telah divaksin covid-19 dan bebas dari penyakit kronis yang dapat melaksanakan ibadah haji. Vaksin yang disetujui untuk jamaah haji adalah Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Johnson&Johnson.
Kementerian Haji Saudi menyatakan, hanya orang-orang berusia antara 18 dan 65 tahun yang telah divaksin covid-19 dan bebas dari penyakit kronis yang dapat melaksanakan ibadah haji. Vaksin yang disetujui untuk jamaah haji adalah Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Johnson&Johnson.
Sementara itu sebanyak 327 warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Arab Saudi mendaftar sebagai calon jamaah dan akan mengikuti ibadah haji 2021.
Sementara itu sebanyak 327 warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Arab Saudi mendaftar sebagai calon jamaah dan akan mengikuti ibadah haji 2021.
"Saat ini sudah terdata 327 WNI yang menjadi jemaah haji tahun ini. Mereka adalah WNI yang selama ini sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jamaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi," kata Konsul Haji, KJRI Jeddah Endang Jumali, Jumat, 16 Juli 2021.
Endang menjelaskan, jemaah yang sudah terdata tersebut terdiri atas unsur diplomat yaitu dari KBRI dan KJRI, pekerja migran Indonesia (PMI), serta mahasiswa Indonesia dan sejumlah WNI lainnya yang sudah lama menetap di Saudi.
Endang menjelaskan, jemaah yang sudah terdata tersebut terdiri atas unsur diplomat yaitu dari KBRI dan KJRI, pekerja migran Indonesia (PMI), serta mahasiswa Indonesia dan sejumlah WNI lainnya yang sudah lama menetap di Saudi.
"Proses pendataan WNI yang berhaji tahun ini masih dilakukan. Data kita akan terus berkembang. Mungkin baru final saat wukuf di Arafah atau menginap di Mina. Jadi masih memungkinkan untuk terus bertambah," katanya.

Melihat Persiapan Ibadah Haji di Arab Saudi

16 Juli 2021 20:14
Jakarta: Arab Saudi mulai menggelar penyelenggaraan ibadah haji 1442 H pada Sabtu 17 Juli 2021. Kuota haji dibatasi hanya 60 ribu jemaah, serta dikhususkan bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana. Mereka dipilih dari lebih 500 ribu calon jamaah yang mendaftar.

Kementerian Haji Saudi menyatakan, hanya orang-orang berusia antara 18 dan 65 tahun yang telah divaksin covid-19 dan bebas dari penyakit kronis yang dapat melaksanakan ibadah haji. Vaksin yang disetujui untuk jamaah haji adalah Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Johnson&Johnson.

Sementara itu sebanyak 327 warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Arab Saudi mendaftar sebagai calon jamaah dan akan mengikuti ibadah haji 2021.

"Saat ini sudah terdata 327 WNI yang menjadi jemaah haji tahun ini. Mereka adalah WNI yang selama ini sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jamaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi," kata Konsul Haji, KJRI Jeddah Endang Jumali, Jumat, 16 Juli 2021.

Endang menjelaskan, jemaah yang sudah terdata tersebut terdiri atas unsur diplomat yaitu dari KBRI dan KJRI, pekerja migran Indonesia (PMI), serta mahasiswa Indonesia dan sejumlah WNI lainnya yang sudah lama menetap di Saudi.

"Proses pendataan WNI yang berhaji tahun ini masih dilakukan. Data kita akan terus berkembang. Mungkin baru final saat wukuf di Arafah atau menginap di Mina. Jadi masih memungkinkan untuk terus bertambah," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi melarang jemaah dari negara lain untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji 2020 dan 2021 karena pandemi covid-19. AFP PHOTO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional Virus Korona arab saudi haji ibadah haji covid-19 pandemi covid-19