Peru pada Selasa, 9 Februari 2021 waktu setempat, memulai program imunisasi virus korona hanya dua hari setelah menerima 300 ribu dosis vaksin dari perusahaan milik Tiongkok, Sinopharm.
Peru pada Selasa, 9 Februari 2021 waktu setempat, memulai program imunisasi virus korona hanya dua hari setelah menerima 300 ribu dosis vaksin dari perusahaan milik Tiongkok, Sinopharm.
Di antara penerima vaksin pertama di Peru adalah Presiden Francisco Sagasti. Sagasti divaksinasi covid-19 Sinoparm di sebuah rumah sakit militer di Lima.
Di antara penerima vaksin pertama di Peru adalah Presiden Francisco Sagasti. Sagasti divaksinasi covid-19 Sinoparm di sebuah rumah sakit militer di Lima. "Saya divaksinasi tanpa rasa takut, dengan percaya diri dan dengan harapan," kata Sagasti sebelum diimunisasi.
"Kami benar-benar yakin bahwa semua orang Peru akan berkontribusi untuk divaksinasi. Mari kita semua menerima vaksin karena ini yang terbaik untuk diri kita sendiri dan untuk orang yang kita cintai, serta untuk Peru," ujarnya usai divaksin.
Petugas kesehatan di beberapa rumah sakit di ibukota Lima merupakan prioritas pertama yang menerima vaksin pada Selasa pagi.
Petugas kesehatan di beberapa rumah sakit di ibukota Lima merupakan prioritas pertama yang menerima vaksin pada Selasa pagi.
Pihak berwenang belum mengumumkan kapan imunisasi untuk populasi yang lebih luas akan dimulai, tetapi negara berencana untuk memvaksinasi 26 juta orang.
Pihak berwenang belum mengumumkan kapan imunisasi untuk populasi yang lebih luas akan dimulai, tetapi negara berencana untuk memvaksinasi 26 juta orang.

Presiden Peru Terima Vaksinasi Covid-19 Sinopharm

Internasional Virus Korona peru covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
10 Februari 2021 13:16
Lima: Peru pada Selasa, 9 Februari 2021 waktu setempat, memulai program imunisasi virus korona hanya dua hari setelah menerima 300 ribu dosis vaksin dari perusahaan milik Tiongkok, Sinopharm.

Di antara penerima vaksin pertama di Peru adalah Presiden Francisco Sagasti. Sagasti divaksinasi covid-19 Sinoparm di sebuah rumah sakit militer di Lima. "Saya divaksinasi tanpa rasa takut, dengan percaya diri dan dengan harapan," kata Sagasti sebelum diimunisasi.

"Kami benar-benar yakin bahwa semua orang Peru akan berkontribusi untuk divaksinasi. Mari kita semua menerima vaksin karena ini yang terbaik untuk diri kita sendiri dan untuk orang yang kita cintai, serta untuk Peru," ujarnya usai divaksin.

Petugas kesehatan di beberapa rumah sakit di ibukota Lima merupakan prioritas pertama yang menerima vaksin pada Selasa pagi.

Pihak berwenang belum mengumumkan kapan imunisasi untuk populasi yang lebih luas akan dimulai, tetapi negara berencana untuk memvaksinasi 26 juta orang.

Peru telah terpukul oleh gelombang kedua pandemi virus korona yang melanda Amerika Latin. Kini Peru telah mencatat sekitar 1,2 juta kasus dan lebih dari 42 ribu kematian akibat covid-19 di antara 33 juta populasinya.

Rumah sakit dipenuhi dengan hampir 13.800 pasien Covid, sementara mereka juga melaporkan kekurangan oksigen untuk mengobati mereka yang memiliki masalah pernapasan.

Pesawat angkatan bersenjata meninggalkan ibu kota untuk membawa vaksin ke daerah yang paling parah terkena bencana di negara itu, seperti kawasan hutan Huanuco, sekitar 350 kilometer (220 mil) timur laut Lima.

Peru akan menerima 700 ribu dosis lagi dari vaksin Tiongkok pada hari Minggu, 14 Februari 2021. Peru telah setuju untuk membeli 38 juta dosis vaksin Sinopharm dan 20 juta lagi dari satu Pfizer/BioNTech. Kesepakatan lain telah dibuat untuk membeli 14 juta vaksin AstraZeneca/Oxford dan 13,2 juta suntikan Covax. AFP PHOTO/Peruvian Presidency/Luka Gonzales

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif